Gubernur Sulsel Pertimbangkan Izinkan Mal Beroperasi Jelang Lebaran

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 13:15 WIB
Noval Dhwinuari Antony-detikcom/ Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Noval/detikcom)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menggelar rapat bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahas persiapan hari raya Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Nurdin mempertimbangkan mal buka menjelang Idul Fitri.

"Karena begini, sekarang masyarakat butuh baju baru, butuh bahan makanan buat lebaran, sementara juga mal-mal ini punya karyawan banyak, yang tentu kalau dia tidak cepat beroperasi ini bisa-bisa peluang untuk dirumahkan lagi," kata Nurdin di sela rapat pembahasan persiapan Idul Fitri 1441 H di Posko COVID-19 Sulsel, Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (15/5/2020).

Jika nantinya mal di Sulsel, khususnya Makassar, diizinkan beroperasi, Nurdin menegaskan pihaknya akan meminta komitmen para pemilik dan pengelola mal agar menjalankan protokol pencegahan COVID-19 bagi pengunjung, penjual, hingga seluruh area mal.

"Makanya kita harus bicarakan kepada mereka semua (pengelola dan pemilik mal), mampu nggak mereka menjaga jarak, yang kedua protokol kesehatan, yang lain adalah masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer dia bisa siapin. Terus dia harus komit bahwa dia bisa mengendalikan malnya itu tanpa kerumunan orang," tuturnya.

Selain mempertimbangkan mengizinkan mal beroperasi, Nurdin bersama MUI dan tokoh agama tengah mempertimbangkan teknis perayaan Idul Fitri, salah satunya mengizinkan warga salat Idul Fitri.

"Ini mau dibicarakan, nanti Pak Wali Kota bisa bicara dengan seluruh komponen tokoh-tokoh agama, dengan Gugus Tugas, karena ini juga harus dibicarakan dengan melihat dari semua aspek. Karena kita sekarang ini alhamdulillah daerah (kabupaten/kota) sudah clear tinggal Makassar," jelasnya.

"Bagaimana Makassar ini kita lakukan terus tracing, terus kita rapid, kita masifkan PCR supaya kita menemukan saudara-saudara kita ini yang terjangkit yang menjadi penular. Makanya ini yang coba kita pastikan semua yang sudah masuk di dalam skema wisata COVID-19 (dikarantina di hotel), kalau itu sudah masuk semua itu selesai," lanjutnya.

Namun Nurdin meminta warga menunggu keputusan pemerintah terkait boleh atau tidak melaksanakan salat Idul Fitri. Hingga saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih memberlakukan edaran yang melarang warga melaksanakan salat Idul Fitri.

"Kita baru mau bicarakan (boleh atau tidak salat Idul Fitri), makanya kita butuh data, jadi masyarakat tunggu dulu sampai ada keputusan akhir, yang pasti keputusan MUI supaya kita salat Id di rumah," ucapnya.

Simak juga video Satgas Pangan Polri: Harga Cabai Rawit Naik Hingga 29%:

(nvl/idh)