Ulang Tahun UGM Diwarnai Demo Ratusan Mahasiswa
Senin, 19 Des 2005 12:05 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas menggelar aksi demo saat berlangsung acara Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke 56. Aksi yang berlangsung di depan pintu masuk gedung Graha Sabha Pramana (GSP) UGM sempat diwarnai aksi dorong-mendorong dengan anggota Satpam kampus.Aksi yang digelar hari ini, Senin (19/12/2005), diikuti oleh anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se UGM dari berbagai fakultas, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UGM, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) UGM.Meski di sekitar gedung GSP yang dijadikan acara peringatan Dies UGM ke 56 sudah dijaga ketat puluhan satpam UGM, akhirnya penjagaan jebol juga. Mahasiswa pun menggelar orasi di depan pintu masuk yang dijaga ketat oleh satpam. Sementara itu, di dalam gedung berlangsung pidato dies dan laporan tahunan oleh Rektor UGM Prof Dr Sofian Effendi.Di depan pintu gerbang mahasiswa meneriakkan yel-yel "Sofian Effendi musuh mahasiswa, pendidikan murah untuk rakyat, hapus BOP (Biaya Operasional Pendidikan), turunkan SPMA (Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik). Mereka juga mempelesetkan singkatan UGM bukan Universitas Gadjah Mada tapiUniversitas Gajah Mungkur dan Universitas Gedhe Mbayare. Mahasiswa juga menuntut agar rektor bersedia menemui pendemo. Namun oleh panitia Dies UGM dan satpam kampus tidak diperkenankan dengan alasan Rektor bersama para wakil rektor masih mengikuti peringatan dies. Karena tidak berhasil menemui, massa dengan anggota satpam sempat terlibat aksi saling dorong di tangga pintu masuk gedung sehingga beberapa mahasiswa dan satpam sempat terjatuh. Bahkan beberapa orang satpam sempat marah-marah terhadap mahasiswa karena yang memulai aksi dorong-dorongan tersebut.Meski mereka menggelar aksi bersama ditempat itu, masing-masing elemen mempunyai tuntutan sendiri-sendiri. BEM se UGM menuntut tiga petisi diantaranya bentuk tim independen evaluasi BHMN, transparansi dan akuntablitas dan terbitkan SK prosedur keuangan SPMA.Sedangkan PMII UGM dan FMN UGM menuntut agar rektor menghapus SPMA, BOP dan SKS variabel, tolak komersialisasi kampus, tolak BHMN, cabut PP No 153 tahun 2000 mengenai status BHMN dan realisasi subsidi pendidikan 20 persen dari APBN.Karena tidak berhasil menemui rektor di gedung GSP, masaa kemudian bergerak menuju Kantor Rektor UGM di lantai 3 Gedung Pusat, Jalan Kaliurang, yang berjarak sekitar 250 meter.
(jon/)











































