Round-Up

Penjelasan Yuri soal Lonjakan Kasus Corona di 2 Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 09:11 WIB
Masker Batik Achmad Yurianto
Achmad Yurianto. (dok. BNPB)
Jakarta -

Dalam dua hari terakhir, terdapat lonjakan kasus positif virus Corona (COVID-19) sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret lalu. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), memberikan penjelasan.

Pada konferensi pers, Rabu (13/5), Yuri mengungkap ada tambahan 689 kasus Corona baru. Penambahan kasus baru paling tinggi sebelumnya tercatat pada 9 Mei dengan 533 kasus baru. Total kasus positif pada 13 Mei kemarin sebanyak 15.438, dengan angka kesembuhan total menjadi 3.287 orang. Kemudian untuk angka kematian berjumlah 1.028 orang.

Yuri menyebut pemerintah terus menongkatkan pemeriksaan tes Corona. Dari yang awalnya hanya di 19 provinsi, kini pemeriksaan sudah bisa dilakukan di 30 provinsi dengan dua metode, yakni tes real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Dalam rangka percepatan pemeriksaan maka pada kemarin kami sudah kirimkan cartridge yang bisa dilakukan menggunakan PCM yang saat ini tersebar di tanah air sejak 2015 kemarin kita mengirimkan 6.300 cartridge ke 64 rumah sakit di 64 kabupaten kota di 30 Provinsi," kata Yuri dalam pernyataan pers, Rabu (15/5).

"Sehingga sekarang Kabupaten Yapen mampu memeriksa COVID secara mandiri dengan mesin PCM, hal sama juga kita tingkatkan memanfaatkan mesin PCR yang selama ini digunakan melakukan penilaian pengukuran HIV/AIDS," imbuhnya.

Selain itu, Yuri menyebut di DKI Jakarta setiap harinya bisa melakukan tes Corona melebihi 2.000 tes. Sementara di Jawa Timur sekitar 700 tes per hari.

"Mesin ini sudah tersebar di berbagai daerah dan ini bagian dari program kami sudah lihat datanya di DKI untuk PCR HIV sudah mampu melaksanakan 2.592 tes di dua rumah sakit. DIY kita tambah 480 tes, di Jatim 768 tes, NTT di kota Kupang 480 tes, Papua 1440 tes, artinya bahwa semakin banyak yang kita bisa lakukan untuk melakukan tes," tutur Yuri.

Kemudian pada Kamis (14/5), kembali terjadi lonjakan kasus positif. Ada penambahan 568 kasus baru sehingga kasus positif Corona menembus angka 16.006. Kemudian ada tambahan pasien sembuh sehingga total menjadi 3.518 orang. Pasien Corona yang meninggal bertambah 10 orang. Totalnya kini 1.038 orang meninggal dunia di Tanah Air akibat virus ini.

Soal lonjakan yang terjadi dalam dua hari ini, Yuri mengungkap terjadi lantaran kini pemeriksaan sudah lebih cepat dilakukan. Alasannya karena pemeriksaan spesimen semakin terjangkau untuk daerah-daerah.

"Kalau kita perhatikan betul sebaran kenaikan angka ini atau yang kemarin, kita akan melihat bahwa daerah-daerah yang memang memiliki gap pemeriksaan cukup jauh, cukup panjang, akan naik meningkat dengan cepat," kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Kamis (1/5/2020).

Mutasi Virus Corona, Penelitan, dan Kelompoknya di Dunia: