Melongok Katering Jamaah Haji (5)
Heater dan Pengemasan Makanan
Senin, 19 Des 2005 11:45 WIB
Madinah - Penyediaan katering bagi jamaah haji benar-benar menjadi hal penting. Peraturan Baladiyah (Pemda Madinah) juga sangat ketat. Untuk musim haji tahun ini, semua makanan yang disajikan untuk jamaah haji Indonesia harus dilengkapi dengan heater dan dipak dalam tempat yang dilengkapi alumunium foil. Heater merupakan mesin penghangat makanan. Mesin yang mirip almari stainless steel ini terdiri dari berbagai rak. Kapasitas heater bervariasi, tergantung besar kecilnya almari. Ada yang berkapasitas 230 kotak makanan, ada pula yang 300 kotak makanan lebih. Semua perusahaan harus memiliki peralatan ini bila ingin menjadi penyedia katering bagi jamaah haji. Alat ini berfungsi untuk menghangatkan makanan dan juga mencegah makanan agar tidak cepat basi. Sejak dibawa dari perusahaan hingga hotel atau pemondokan jamaah, makanan yang akan dihidangkan harus ditempatkan di heater ini. Lantas, heater dan makanan ini disimpan di pemondokan sampai kemudian para jamaah haji mengambilnya. Heater ini tidaklah murah. Perlu kocek tebal untuk membelinya. Pada musim haji tahun lalu, aturan ini memang sudah diberlakukan, namun tidak ketat. Tapi tahun ini, peraturan ini diterapkan secara ketat. Karena itulah, perusahaan katering tidak berani sembrono dengan barang yang satu ini. Al Ansar Al Iqlimiyah Catering memiliki 500 heater dengan kapasitas per heater 230 nasi kotak. Perusaan katering ini memang cukup besar. Sebab, selain mendapat order makanan dari Indonesia, perusahaan ini juga mendapat kontrak katering dari negara-negara lain, seperti Brunei, Pakistan, India, dan lain-lain. Perusahaan ini juga menyediakan makanan untuk hotel-hotel berbintang. Al Hamra Catering memiliki sekitar 90 heater dengan kapasitas masing-masing heater 321 kotak makanan. Sedangkan Al Ahmadi memiliki sekitar 40 heater. Selain memiliki heater, perusahaan katering juga harus memiliki atau menyewa sejumlah truk. Truk-truk ini digunakan untuk mengangkut heater beserta makanan yang akan disajikan kepada jamaah haji. Menurut Adian Ismail, penanggung jawab produk PT Al Ansar Al Iqlimiyah Catering, 1 truk yang dimilikinya bisa mengangkut 20 heater. Karena heater miliknya berkapasitas 230 kotak makanan, maka untuk 1 kloter (sekitar 400-460 jamaah), pihaknya perlu menyediakan 2 heater."Truk akan membawa heater dan makanan ke hotel. Setelah sampai hotel, bukan hanya makanannya yang kita turunkan, tapi beserta heater-nya. Jadi, makananan tetap dalam heater," kata Adian seperti dilaporkan reporter detikcom di Madinah, Arifin Asydhad. Dua heater ini akan selalu dipasang di hotel agar makanan tetap hangat. "Nah, dua heater yang sebelumnya kami pasang di hotel untuk menyimpan jatah makanan sebelumnya akan kami bawa pulang ke perusahaan. Begitulah seterusnya. Jadi makanan tetap terjaga kebersihannya," sambung Adian. Untuk distribusi, perusahaan-perusahaan katering ini juga selalu menyiagakan dua pegawainya di setiap kloter, agar ketepatan waktu distribusi selalu terjaga. Memang, dalam kontrak antara PPIH dengan pihak perusahaan katering, biaya 7 Riyal (Rp 19 ribuan) per jamaah itu bukan hanya untuk biaya makanannya saja, tapi juga termasuk distribusinya. Jadi, perusahaan kateringlah yang bertanggung jawab atas distribusi makanan hingga sampai ke jamaah. Bila ada masalah distribusi, maka perusahaan kateringlah yang bertanggung jawab. Meski begitu, PPIH Daker Madinah juga menyiagakan petugasnya untuk memantau distribusi makanan ini. Bila ada masalah distribusi, petugas akan melaporkan kepada Daker. Selanjutnya, kasus ini akan diteruskan kepada pihak perusahaan untuk diminta diperbaiki. Selain heater, kotak untuk menempatkan nasi dan lauk pauknya juga harus dilengkapi dengan semacam kertas foil. Tidak boleh tidak. Di atas boks juga harus dipasangi tulisan tentang kapan sebaiknya makanan dimakan, untuk makan siang atau malam, dan lain-lain. Nama perusahaan juga harus disertakan dalam boks makanan tersebut. Foto:Heater untuk menjaga menu tetap hangat
(nrl/)











































