Pengawasan Ketat Dua Pihak

Melongok Katering Jamaah Haji (4)

Pengawasan Ketat Dua Pihak

- detikNews
Senin, 19 Des 2005 11:25 WIB
Pengawasan Ketat Dua Pihak
Madinah - Penyediaan katering bagi jamaah haji di Madinah menjadi concern Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah. Masalah sanitasi dan higienitas makanan katering ini terus diawasi. Rupanya, tidak hanya PPIH saja yang mengawasi, tapi juga pihak Departemen Kesehatan Baladiyah. Perusahaan-perusahaan katering yang melayani jamaah haji diharuskan menyediakan makanan yang sebaik-baiknya. Proses pemasakan hingga pendistribusian terus dipantau. Perusahaan katering mengoperasikan kinerjanya dengan dikawal oleh sejumlah aturan yang ketat. Salah satu yang gampang dilihat, dalam proses pemasakan makanan, semua pegawai harus mengenakan masker, kaos tangan, dan tutup kepala. "Masker, kaos tangan, dan tutup kepala ini hanya sekali pakai. Setelah berganti shift, barang-barang yang dipakai pegawai sebelumnya langsung dibuang," kata Adian Ismail, penanggung jawab produksi Al Asnar Al Iqlimiyah Catering kepada reporter detikcom di Madinah, Arifin Asydhad, Sabtu (17/12/2005). Tidak hanya itu, semua pegawai harus disiplin untuk membasuh tangan mereka dengan sabun saat masuk ke dalam dapur. Kebersihan dapur juga harus benar-benar diperhatikan. "Kita tidak berani sembrono, karena kadang-kadang pihak Baladiyah (pemda-red) tiba-tiba datang ke sini mengawasi. Pihak dokter Indonesia tiba-tiba juga melakukan pemeriksaan," ungkap pria asal Indramayu ini. Bila tepergok ada pegawai yang tidak disiplin mengenakan masker atau sarung tangan, maka pihak Baladiyah akan memberi sanksi kepada perusahaan. Sanksinya berat. Per orang yang tidak mengenakan sarung tangan dan masker akan didenda 500 Riyal (sekitar Rp 1,5 juta). "Perusahaan juga akan mendapat nilai yang jelek," kata dia. Karena itu, bila ada pegawai yang tidak disiplin, perusahaan juga tidak segan-segan untuk memecatnya. Adian memiliki pengalaman menarik. Pernah stok beras yang dimiliki perusahaannya dicek oleh Baladiyah. Dan ternyata petugas Baladiyah memergoki ada kerikil dalam beras itu. "Aduh Pak, beras berkarung-karung yang ada di sini diharuskan dibuang. Padahal yang ada kerikil itu cuma satu karung," kata Adian. Sanitasi lingkungan dan higienitas dapur juga menjadi prioritas Tim Sanitasi dan Surveilans Daker Madinah. Tim bisa melakukan sidak kapan pun. Seperti dalam sidak Sabtu (17/11/2005) lalu, tim mengecek semua hal di Al Ansar Al Iqlimiyah Catering ini. Bahkan, tidak ada sabun untuk cuci tangan bagi para pegawai di westafel juga dipersoalkan. Pegawai yang asal-asalan mengenakan masker juga ditegur. Suhu ruang pendingin untuk penyimpanan bahan-bahan baku, seperti daging, ikan, sayuran juga diperiksa. Begitu juga dengan suhu di heater, tempat penghangat makanan. "Suhu di heater ini harus bertahan di kisaran 70-80 derajat Celcius," kata Adian kepada Tim Sansur. Ahli gizi Tim Sansur juga sempat memeriksa wajan yang berisi minyak goreng. Tim Sansur menanyakan tentang penggunaan minyak goreng. Sebab, dikhawatirkan minyak goreng itu dipakai berkali-kali, sehingga terdapat banyak radikal bebas, yang bisa mendatangkan penyakit.Tapi, Adian mengaku peraturan di Arab Saudi, perusahaan katering hanya diperbolehkan menggunakan minyak goreng satu kali pakai. "Kami hanya menggunakan minyak goreng sekali pakai. Setelah digunakan untuk menggoreng satu kali ya sudah kami buang. Peraturan dari Baladiyah memang begitu," ujar Adian. Untuk musim haji tahun ini, Al Ansar Al Iqlimiyah Catering hanya mendapat jatah 20 ribu jamaah. Hal yang sama juga dilakukan Tim Sansur di perusahaan-perusahaan katering lainnya. Bahkan di Al Ahmadi Catering, terlihat banyak pegawainya tidak mengenakan sarung tangan dan masker. Atas hal ini, Tim Sansur langsung menegur penanggung jawab perusahaan katering dan segera memperbaikinya. "Tolong jaga jamaah haji kita. Anda kan orang Indonesia, tentu tidak mau mencelakakan sesama orang Indonesia. Kalau Anda melayani jamaah kita dengan baik, kan citra perusahaan juga akan baik," pinta Wakil Kepala Daker Bidang Pelayanan Kesehatan Madinah, dr Anasrul S Rahman, dalam akhir sidaknya. Foto:Suasana dapur di Al Ansar Al Iqlimiyah Catering. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads