Mukjizat Lailatul Qadar

Tidak Itikaf di Masjid, Bisakah Kita Mendapatkan Malam Lailatul Qadar?

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 10:50 WIB
itikaf
Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto/Tidak Itikaf di Masjid, Bisakah Kita Mendapatkan Malam Lailatul Qadar?
Jakarta -

Malam lailatul Qadar disebut akan datang di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Umat Islam dianjurkan melaksanakan itikaf di masjid untuk menyambut datangnya malam kemuliaan tersebut.

Namun tahun ini umat Islam di belahan dunia harus beribadah di rumah karena adanya pandemi COVID-19. Lalu bisakah mendapatkan malam Lailatul Qadar jika tidak Itikaf di masjid?

Ustaz Adi Hidayat dalam Serial Kultum 'Amalan Malam Al Qadr' di channel YouTubenya, menyebutkan, kita tetap bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar meskipun tidak itikaf di masjid. Malam Lailatul Qadar dapat diraih saat beribadah di rumah.

"Syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat mendapatkan tempat di masjid. Tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana yang sekiranya kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," ujar Ustaz Adi Hidayat, Rabu (13/5/2020).

Menurut Ustaz Adi Hidayat, Lailatul Qadar itu syarat meraihnya tidak terikat dengan masjid. Tapi terikat dengan amalan yang dikerjakan di malam itu.

Dalam kondisi normal pun (tidak pandemi corona), lanjut Ustaz Adi Hidayat, jika seseorang ke masjid, terus malamnya tidak bangun (untuk beribadah pada Allah) dan cuma tidur, tidak akan mendapat malam Lailatul Qadar.

"Jelas ya? Jadi kita ke masjid itu mengkondisikan supaya fokus, supaya maksimal termotivasi maksimal untuk ibadah. Mungkin dalam kondisi ada di rumah, ada televisi. Yang dilihat mungkin bacaan, yang dilihat internet. Tapi kalau orang ke masjid kondisinya lebih terfokus untuk ibadah dengan maksimal," jelas Ustaz berusia 35 tahun ini.

Sedangkan kalau ada di masjid, televisi tidak ada di ruangan tempat sholat. Mau baca koran tidak bisa karena semua orang baca Al Quran. Mau tiduran, orang bangun.

"(Jadi) Terdorong kita, termotivasi untuk melakukan ibadah. Bangun malamnya. Tapi kalau Anda cuma ke masjid pindahkan bantal, bawa kasur, ikut tiduran, malam-malam ketiduran pas bangun sahur, ya nggak dapat juga (malam Lailatul Qadar)," kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menambahkan, esensi malam Lailatul Qadar (https://www.detik.com/tag/lailatul-qadar) itu lebih pada bagaimana menghidupkan malam dengan amalan. Sekalipun bila tidak mampu dikerjakan di masjid seperti sekarang (karena pandemi virus corona) kita lalui pada umumnya, sebagian besar tempat di muka bumi tidak hanya Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak menghidupkan malam dengan ibadah di rumah yang telah kita kondisikan.

"Jangan kemudian kita jadikan alasan, wah saya nggak bisa ke masjid nih, saya nggak bisa dapat malam lailatul Qadar, tidak! cetus Ustaz Adi Hidayat.

Kita pun disarankan membuat kondisi beribadah di dalam satu ruangan di rumah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Bangun pukul 02.00, 02.30. Lalu tunaikan sholat diisi dengan istighafar. Kemudian tiduran sejenak dan bangun untuk sahur lalu istighfar lagi.

"Jadi syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat mendapatkan tempat di masjid tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana yang sekiranya kita maksimalkan untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," tutup Ustaz Adi Hidayat.

(nwy/erd)