Round-Up

Bumerang Wakil Rakyat Berang Ditegur Tak Bermasker oleh Aparat

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 03:02 WIB
Video Anggota DPRD Pasaman Tak Bermasker Ribut dengan Petugas PSBB
Anggota DPRD Pasaman, Martias saat marah ketika diingatkan petugas PSBB.
Padang -

Anggota DPRD Pasaman, Sumatera Barat, Martias berang saat ditegur petugas check point pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun aksi kader Partai Gerindra itu berimbas pada sanksi teguran hingga hukuman yang harus dijalani dengan melakukan pembagian bantuan sosial (bansos).

Peristiwa Martias yang sembat berselisih dengan petugas check point itu viral. Rupanya hal tersebut terjadi di check point perbatasan Kabupaten Pasaman dengan Kabupaten Agam, tepatnya di Salareh Aia Jambatan Masang, Selasa (12/5). Martias menumpang mobilnya yang berjenis Pajero Sport bernomor polisi BA-1240-DA.

Dalam video yang viral, Martias tampak menolak untuk diperiksa dan sempat marah saat diingatkan untuk mengenakan masker. Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik itu, terdengar Martias berkilah dengan mengatakan bahwa maskernya hilang dalam mobil tersebut.

"Kita sedang PSBB Pak, jadi harus diperiksa. Biasa saja Bapak menjawab, nggak usah begitu. Kami menjalankan tugas. Kalau Bapak wakil rakyat, harusnya tunjukkan. Jangan kayak gitu," saran petugas berbaju BPBD Agam yang mengaku sebagai penanggung jawab posko check point tersebut.

"Ada masker saya di sini tadi, nggak ketemu lagi," jawab Martias sambil menunjuk-nunjuk arah dalam mobilnya.

"Kalau Bapak sopan tadi nggak kaya gini Pak, makanya kami kasih tahu. APB itu untuk kebutuhan sendiri dan disediakan sendiri," sambung petugas lain yang menggunakan pakaian Dinas Perhubungan.

Belum selesai berbicara, Martias kemudian meminta sopirnya memacu kendaraan sambil mengacungkan jempol.

Anggota DPRD Pasaman yang ribut dengan petugas PSBB meminta maaf. Ketua DPD Gerindra Sumbar, Ade Rosiade, mengatakan Martias dihukum memberi 2.000 paket sembako dan 5.000 masker (dok. Istimewa)Anggota DPRD Pasaman, Martias yang ribut dengan petugas PSBB meminta maaf. (dok. Istimewa)

Aksi Martias yang berujung viral itu berbuntut teguran dari partainya. Ketua DPC Gerindra Pasaman, Bustomi memastikan ada teguran untuk Martias. Ketua DPRD Pasaman itu juga memastikan Martias keluar dari Pasaman untuk urusan pribadi.

"Beliau ini urusan pribadi, kami di Pasaman tidak ada perjalanan dinas," kata Bustomi.

Teguran untuk Bustomi tertuang dalam surat bernomor 01/SP/DPC-Gerindra/Pasaman.05/2020 tertanggal 12 Mei 2020. Teguran itu merupakan instruksi dari Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade. Dalam surat itu, DPC Gerindra Pasaman menyebutkan, bahwa Martias sudah melakukan pelanggaran.

Selain tidak mau menerima saran dan arahan dari petugas check point PSBB untuk mengenakan masker, Martias juga dianggap mengeluarkan kata-kata kasar kepada petugas, serta tidak memiliki surat tugas perjalanan dinas.

Selanjutnya
Halaman
1 2