Gubernur Lemhannas Nilai Pelibatan TNI Tangani Terorisme Rawan Tumpang Tindih

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 20:04 WIB
Agus Widjojo
Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo mengkritik Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme. Sebab, akan terjadi tumpah-tindih peran antarlembaga.

"Penerbitan perpres dalam peran TNI untuk menangani terorisme akan rawan dengan tumpang-tindih peran antara berbagai lembaga, seperti TNI, Polri, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan Densus 88, dan lain-lain," kata Agus saat diskusi Virtual, Rabu (13/5/2020).

Agus mengatakan upaya-upaya penanganan terorisme selama ini merupakan tugas dari pada Polri dalam fungsi utamanya sebagai criminal justice system atau penegak hukum.

"Oleh karena itu, kalau kita mencari peran TNI di dalam upaya melawan teroris, maka hendaknya cara pandangnya adalah bagaimana memasukkan TNI di dalam upaya tersebut dan jangan untuk membawakan upaya tersebut ke dalam TNI," ujarnya.

"Karena nanti akan menjadi rancu akan muncul istilah-istilah yang sebetulnya istilah-istilah tersebut adalah istilah khas operasi TNI yang tidak berlaku dalam criminal justice system," sambungnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2