Turut Jadi Korban, 3 Rekan Wanita Prank Kejang-kejang Kena Corona Dipulangkan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 12:39 WIB
Anisa Rahma (20) dan rekannya diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kenag terkena virus Corona (dok. Istimewa).
Anisa Rahma (20) dan rekannya diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kenag terkena virus Corona. (dok. Istimewa)
Makassar -

Anisa Rahma (20) dan 3 rekannya diamankan polisi atas tindakan prank terkena virus Corona di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Anisa kemudian resmi ditetapkan tersangka, sementara 3 rekannya diperbolehkan pulang.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Mohammad Pahrun mengatakan 3 rekan Anisa tak terbukti terlibat melakukan prank. Prank itu murni dilakukan oleh Anisa seorang.

Menurut Pahrun, Anisa dan tiga rekannya, yakni Eka Saswati, Dirgantara, dan Dandi, hanya berperan melakukan pesta miras bersama tersangka. Ketiganya kemudian mengantar tersangka yang sesak napas dan kejang-kejang akibat mabuk ke RS Hapsah dan RSU Tenriawaru, Bone.

Saat di dua rumah sakit inilah tersangka tiba-tiba melakukan prank ke petugas medis, dia meminta dites Corona dengan alasan memiliki kontak dengan kakeknya di Jayapura, Papua, yang kini jadi pasien positif. Saat kejadian, tiga rekan Anisa turut jadi korban prank.

"Ya betul (3 rekan Anisa dipulangkan) karena mereka kan juga jadi korban, dimaini, di-prank oleh dia (tersangka Anisa)," ujar AKP Pahrun kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).

Sebelumnya diberitakan, Anisa resmi menjadi tersangka dalam kasus prank terkena virus Corona ke petugas medis di dua rumah sakit di Kabupaten Bone.

"Iya sudah tersangka, kemarin ditetapkan," ujar Pahrun.

Anisa sendiri dijerat polisi dengan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 2 tahun.

"Dia intinya membuat, menyebarkan, atau memberitakan berita bohong yang berakibat lahirnya keonaran di tengah masyarakat," ucap Pahrun.

Pahrun pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak terjebak oleh perbuatan yang sama. Pahrun mengingatkan masyarakat tentang konsekuensi hukum yang dapat diterima pelaku prank, seperti apa yang dialami oleh Anisa.

"Intinya bahwa supaya ke depan jangan main-mainlah, di dalam pandemi seperti ini kita masih main-main, membuat gaduh petugas-petugas kita, jangan ada lagi seperti itu. Jadi ini juga sifat penjeraan ke depannya, supaya yang lain juga melihat," pinta Pahrun.

(/)