Round-Up

Penghormatan Terakhir untuk Archi, K9 Tangguh Milik Polisi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 06:59 WIB
Archi dan handler-nya, Bripka Febriar Tofan (Dok. Pribadi)
Foto: Archi dan handler-nya, Bripka Febriar Tofan (Dok. Pribadi)
Makassar -

Sejumlah anggota Unit Satwa Disamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memberi penghormatan terakhir untuk Archi, anjing K9 yang mati akibat kanker. Digelar upacara sebelum anjing ini dikebumikan.

"Kepada satwa K9 Archi, hormat, gerak," terdengar perintah penghormatan untuk Archi.

Momen ini diabadikan dalam rekaman video yang kemudian diunggah di akun Instagram archi_k9_polri. Pawang atau handler Archi, Bripka Febriar Tofan, mengatakan Archi mati pada Minggu (19/5) malam.

View this post on Instagram

Penghormatan terakhir kepada satwa K9 Archi ­čĹ«­čĆ╗

A post shared by K-9 Archi (@archi_k9_polri) on May 11, 2020 at 1:16am PDT

Febriar mengatakan Archi sejak 18 Maret 2020 sudah menjalani perawatan kanker di sebuah klinik satwa di Jalan Emmy Saelan, Makassar. Archi sedianya akan menjalani operasi, namun operasi tak kunjung dilakukan karena terhalang komposisi sel darah Archi yang belum lengkap.

Hingga akhirnya, kondisi Archi makin memburuk pada Minggu (10/5) malam. Febriar menyaksikan saat-saat terakhir anjing k9 andalan Polda Sulsel itu saat dibawa ke klinik.

"10 menit saya tiba di klinik, saya masuk dia sudah lemas. Jadi dia mati sekitar pukul 23.40 Wita," katanya.

Archi terbilang populer bagi masyarakat Sulsel lantaran polisi satwa ini sudah sering ditugaskan di wilayah terdampak bencana. Kemampuan Archi mengendus keberadaan mayat yang tertimbun begitu bisa diandalkan. Disebutkan Archi bisa mengendus bau mayat dari jarak 2 kilometer.

Sepak Terjang Archi

Febriar merasa kehilangan atas kematian anjing K9 yang memiliki warna cokelat berbintik putih itu. Febriar mengenang aksi bersama Archi saat melakukan pencarian jasad korban usai terjadi gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 2018 lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2