Round-Up

Saat DPRD Minta Gubsu Edy Jangan Baper Di-bully soal Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 23:31 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi (Dok. detikcom)
Medan -

'Jangan dimasukin ke hati'. Mungkin kalimat yang cocok untuk menggambarkan nasihat Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting untuk Gubernur Edy Rahmayadi.

Baskami meminta Edy tidak memikirkan bully-an publik. Nasihat itu disampaikan Baskami saat menanggapi curhat Gubsu--begitu sapaan karib Edy--yang bercerita sering di-bully saat menangani pandemi virus Corona di Sumut.

Awalnya Edy curhat bahwa dia di-bully soal anggaran penanganan pandemi virus Corona. Curhat itu diutarakan Edy saat bertemu dengan pengurus PWI Sumut.

"Dananya Rp 1,5 triliun. Ini yang saya di-bully nggak selesai-selesai ini. Gubernur seenaknya pakai uang Rp 1,5 triliun. Tapi, ya, sudahlah biarkan saja," ujar Edy di Medan, Selasa (12/5/2020).

Edy juga mengaku pusing atas banyaknya guru honorer yang terkena dampak pandemi virus Corona. Bahkan, dia menyebut dirinya seperti 'gubernur salah musim'.

"Saudara-saudaraku, ada jumlahnya 11 ribu guru honorer kalau tak ngajar tak dapat duit dia. Kepalaku denyut gitu, 11 ribu. Sepertinya aku 'gubernur salah musim', tapi insyaallah berkah. Semua harus kita pikirin ini, Saudara-saudara," ucapnya.

Edy meminta semua pihak membantu menangani pandemi Corona ini. Dia meminta agar dia ikut dijaga supaya tidak terkena masalah hukum setelah menyelesaikan persoalan pandemi virus Corona ini.

"Ayo kita kumpul. Apa pun bisa kita lakukan. Duduk, bicarakan, yang penting jangan paksa saya masuk penjara. Anda juga harus sayang, tanpa leader (pemimpin) di sini nggak bisa. Saat ini tidak waktunya menang-menangan," jelasnya.

Edy mengatakan apa yang dilakukan olehnya saat ini bukan untuk pencitraan. Dia menyebut langkah yang dia lakukan tidak memiliki unsur politik.

"Ini bukan politik, ini kondisi darurat. Tak ada urusan politik," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2