Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Kebakaran Kapal Tanker di Belawan Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 23:00 WIB
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menyerahkan jenazah korban tewas kebakaran kapal(Datuk Haris Molana-detikcom)
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menyerahkan jenazah korban tewas kebakaran kapal. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Polisi mengatakan telah memeriksa 12 saksi terkait kebakaran kapal tanker di area Pelabuhan Belawan, Medan. Polisi juga berharap pihak perusahaan bekerja sama untuk menuntaskan penyelidikan penyebab kebakaran.

"Sejauh ini Polres Belawan telah memeriksa 12 orang dan kita berharap semua dari pihak perusahaan juga bekerja sama dengan kita supaya bisa kita ungkap apa yang sebenarnya terjadi menimpa kapal tanker yang terbakar ini," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di RS Bhayangkara, Medan, Selasa (12/5/2020).

Dia mengatakan tim Labfor bakal melakukan pemeriksaan di kapal yang terbakar tersebut. Pemeriksaan bakal dilakukan saat kapal sudah mendingin.

"Kondisi kapal yang belum memungkinkan, masih panas di dalam, sehingga kita, tim yang akan memeriksa penyebab kebakaran, belum bisa masuk hingga hari ini. Mudah-mudahan dalam waktu 24 jam kondisi kapal sudah mendingin maka tim kita bisa masuk," ucapnya.

Martuani menyebut saat ini kepolisian menetapkan kasus ini adalah kecelakaan kerja. Namun dia mengatakan polisi tetap menyelidiki soal ada-tidaknya masalah terkait keselamatan kerja dalam peristiwa yang menyebabkan tujuh orang tewas ini.

"Sementara Polda Sumatera Utara menetapkan ini adalah kecelakaan kerja. Namun, untuk meneliti asal-usul api, tim Labfor Cabang Medan akan membuktikannya," ujar Martuani.

Kapal tanker MT JAG LEELA itu sebelumnya terbakar saat sedang menjalani perawatan atau docking di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan, Medan. Kebakaran itu disebut terjadi sejak sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (11/5).

Petugas damkar hingga tim SAR diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang diduga berasal dari percikan api saat perbaikan. Setelah api padam, petugas mulai menyisir lokasi dan menemukan tujuh korban tewas.

Ketujuh korban tersebut sudah berhasil diidentifikasi. Jenazah juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

(haf/haf)