China Tepis Laporan Media soal ABK WNI Diperbudak di Kapal Long Xing

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 14:21 WIB
Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian (Situs Kemlu RRC)
Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian (Situs Kemlu RRC)
Jakarta -

Kabar mengenai perbudakan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal berbendera China mendapat simpati pihak-pihak lintas negara. Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) menepis laporan sejumlah media massa mengenai isu itu.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam jumpa pers reguler tertanggal 11 Mei waktu setempat, diakses detikcom dari situs Kementerian Luar Negeri China, Selasa (12/5/2020).

"Sampai saat ini, nampaknya beberapa laporan media tidak faktual," kata Zhao Lijian.

Zhao menjelaskan pihaknya menjalin komunikasi dengan pihak Indonesia untuk menindaklanjuti isu ini. China mengaku serius menyikapi kabar yang pertama terkuak di Korea Selatan ini.

Isu eksploitasi di kapal pencari ikan asal China itu menghebohkan publik lintas negara lewat pemberitaan MBC News dari Korea Selatan berjudul 'Bekerja 18 Jam Sehari... Dibuang ke Laut Jika Meninggal'. Pemberitaan itu sampai ke publik Indonesia usai YouTuber Jang Hansol membuat ulasannya dalam bahasa Indonesia.

Di Indonesia sendiri, berita pelarungan jenazah ABK WNI dari kapal China sudah tersiar sejak Februari. Namun pada bulan ini, ternyata diketahui tidak hanya satu orang ABK WNI saja yang jenazahnya dilarung ke laut, tapi ada tiga orang yang meninggal dan dilarung ke laut. Satu orang ABK WNI meninggal sesampainya di Busan, Korea Selatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3