Gugus Tugas Bicara soal Penemuan Vaksin Corona: Paling Cepat Tahun Depan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 14:00 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) berbicara kemungkinan vaksin virus Corona ditemukan minimal tahun depan. Masyarakat diminta tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Ketua Tim Pakar GTPPC-19 Wiku Adisasmito mengaku tidak bisa memprediksi kapan wabah Corona ini tuntas. Namun, kata Wiku, virus ini dipastikan akan tetap ada hingga vaksin COVID-19 ditemukan.

"Kalau kita ditanya sampai kapan, sebenarnya kita nggak ada yang tahu seluruh dunia juga tidak tahu karena virus ini vaksinnya belum ditemukan. Sampai ditemukan, Kita harus selalu berhadapan dengan virus ini, kami minta masyarakat disiplin dan waspada terhadap virus ini," kata Wiku dalam siaran langsung di YouTube BNPB, Selasa (12/5/2020).

Namun, Wiku mengatakan kemungkinan vaksin baru akan ditemukan tahun depan. Selama menunggu vaksin, ia berharap masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan menerapkan perubahan perilaku.

"Kalau untuk penemuan vaksin kemungkinan paling cepat mungkin tahun depan, tetapi bagaimana bisa optimis untuk beraktivitas kuncinya adalah perubahan perilaku," jelasnya.

Wiku menjelaskan selama pandemi Corona masyarakat Indonesia menjalani pola hidup yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini disebut dengan istilah 'new normal'. Masyarakat juga beraktivitas dengan cara membatasi kontak fisik.

"Secara sosial kita pasti alami sesuatu bentuk 'new normal' atau kita harus adaptasi dengan aktivitas dan bekerja, tentunya harus kurangi kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan dan bekerja dan sekolah dari rumah," ungkapnya.

Perubahan perilaku ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat. Bahkan, meskipun ke depannya laju penyebaran virus ini semakin menurun, perilaku ini tetap harus dijalankan hingga vaksin COVID-19 ditemukan.

"Transformasi ini kita untuk menata kehidupan dan perilaku baru ketika pandemi, kemudian akan terus dibawa ke depannya sampai ditemukannya vaksin untuk COVID-19 ini," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2