Pilot Pesawat MAF yang Jatuh di Danau Sentani Masih Baru Tugas di Papua

Wilpret Siagian - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 13:37 WIB
Proses evakuasi pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Papua.
Proses evakuasi pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Papua. (Dok Polda Papua)
Jayapura -

Joyce Chaisin Lin (40), seorang pilot wanita dari pesawat pengangkut logistik milik Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di Danau Sentani, Jayapura, diketahui masih baru bertugas di Papua. Pilot warga negara Amerika itu mulai tugas di Papua sejak November 2019.

"Sementara informasi yang saya gali terkait pilot itu bahwasanya tergolong baru yang ada di Papua. Dan dia tiba di Papua pada tanggal 28 November 2019, yang merupakan warga negara Amerika keturunan China," ujar Danlanud Silas Papare Jayapura, Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, dalam keterangannya di Kantor Besarnas Jayapura, Selasa (12/5/2020).

Diketahui, Joyce Lin, yang tewas dalam kecelakaan itu, sempat meminta mendarat darurat usai 2 menit take-off. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pesawat jenis kodiak K-100 PK-MEC milik MAF itu take-off dari Bandara Sentani, pukul 06.27 WIT, Selasa (12/5), dengan tujuan Distrik Mamid, Kabupaten Tolikara.

"Pukul 06.29 WIB, pilot memanggil tower 'mayday' dan meminta RBT (mendarat darurat), selanjutnya petugas tower memanggil namun tidak ada jawaban dari pilot (pesawat hilang kontak)," kata Kamal dalam keterangannya.

Pesawat mengalami kecelakaan dan akhirnya ditemukan di Danau Sentani. Tim SAR telah mengevakuasi Joyce Lin, tapi bangkai pesawat hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian. Kepala Kantor Basarnas Kelas A Jayapura Zainul Thahar mengatakan pihaknya masih menunggu koordinasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengevakuasi bangkai pesawat.

"Hingga saat ini belum ada permintaan upaya evakuasi terhadap pesawat MAF tersebut. Kami hanya mengevakuasi korban, selesai itu kami melakukan penjagaan dilokasi. Nanti akan ada KNKT yang lebih melakukan investigasi terhadap pesawat tersebut," ungkap Zainul Thahar dalam keterangan di kantornya.

(nvl/nvl)