IDI Tanggapi Prank Wanita Sulsel Kejang-kejang di RS Kena Corona

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 09:23 WIB
Anisa Rahma (20) dan rekannya diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kenag terkena virus Corona (dok. Istimewa).
Foto: Anisa Rahma (20) dan rekannya diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kenag terkena virus Corona (dok. Istimewa).
Bone -

Seorang wanita di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melakukan prank dengan berpura-pura kejang-kejang seakan terpapar Corona (COVID-19). Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara terkait hal ini.

Menurut Humas IDI dr Halik Malik mengatakan masyarakat mesti bijak menyikapi kondisi pandemi Corona. Ia meminta tokoh masyarakat dan influencer untuk terlibat mengedukasi masyarakat agar protokol kesehatan pemerintah bisa dijalankan.

"Kita perlu selalu kompak dan sinergis dalam mengambil langkah-langkah atau memberikan imbauan atau informasi di masyarakat terutama kepada mereka yang mempunyai otoritas atau mempunyai pengaruh luas para tokoh masyarakat, kemudian mereka yang tergolong influencer," kata Halik ketika dihubungi, Senin (11/5/2020).

Ia meminta kepada perangkat lingkungan seperti RT/RW turut mengawasi warganya yang berupaya melakukan prank-prank yang melewati batas. Jika video-video prank tersebut sudah tersebar luas di media sosial, Halik minta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bertindak tegas.

"Tentu dinas komunikasi dan informasi dan kemkominfo bisa memonitor dan melakukan upaya sistematis untuk menekan informasi laju informasi atau bernuansa hoax atau miss informasi tersebut," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita bernama Anisa Rahma (20) diamankan polisi setelah nge-prank kejang-kejang terkena virus Corona (COVID-19). Anisa melakukan aksinya itu di sebuah rumah sakit di Bone.

"Dari rumah sakit yang melapor, mereka jadi heboh di sana, dia (Anisa) mengaku pernah bersentuhan dengan kakeknya yang terkena virus Corona, belakangan bohong-bohong katanya dia, nge-prank," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Iptuh Pahrun, saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2020).

(isa/gbr)