Ratusan Orang HTI Unjuk Rasa Islam Bukan Teroris
Minggu, 18 Des 2005 11:29 WIB
Jakarta - Maraknya tudingan terorisme yang dialamatkan kepada Islam, membuat ratusan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) turun ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara di tengah penjagaan 100 orang aparat kepolisian."Kita ingin mengcounter isu terorisme. Terorisme bukanlah Islam dan sebaliknya. Pemerintah, TNI dan media massa agar bersikap hati-hati dengan tidak mengaitkan isu terorisme dan Islam," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah HTI Achmad Junaidi di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (18/12/2005).. Achmad Junaidi yang juga koordinator aksi menegaskan, masyarakat tidak dapat dibohongi dengan rekayasa-rekayasa yang dilakukan pihak asing terhadap Islam. Masyarakat sudah tahu kebohongan publik yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya. "Sejak aksi mereka mengebom WTC, invasi ke Irak dan kejahatan kemanusiaan di Palestina, reputasi jahat mereka tidak bisa ditutupi lagi. Mereka selalu menimbulkan kekacauan di dunia," tandasnya.Dalam aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini, massa membawa poster bertuliskan "Stop Propaganda Memusuhi Islam Berkedok Perang Melawan Terorisme." Kain hitam berukuran 10x10 meter pun dibentangkan yang bertuliskan "Tidak Ada Tuhan Selain Allah." Pada pukul 11.00 WIB, massa membubarkan diri dengan menggunakan kendaraan pribadi, motor dan angkutan umum. Menurut Achmad, DPP HTI juga melakukan kampanye untuk mengcounter isu terorisme melalui kajian intelektual dan publikasi media. Pihaknya melakukan hubungan kedekatan dengan organisasi massa Islam, serta mengadakan seminar-seminar. Dalam waktu dekat, seminar dilakukan di Pesantren Al Hikmah Malang dan Pesantren Tebu Ireng Jombang. Dalam acara ini hadir Ketua PBNU Hasyim Muzadi, mantan calon presiden Amien Rais, serta unsur dari kepolisian.
(atq/)











































