Gus Dur: Islam yang Salah Adalah Islam yang Keras
Minggu, 18 Des 2005 10:35 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan selama ini terdapat kelompok tertentu yang mengatasnamakan Islam untuk aksi terorisme. Padahal, kata dia, Islam yang mengajarkan kekerasan adalah pemahaman Islam yang salah.Demikian disampaikan Gus Dur saat memberikan sambutan dalam deklarasi Islam Damai yang digagas oleh DPP PKB di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (18/12/2005)."Islam yang benar itu Islam yang damai. Islam yang salah adalah Islam keras," kata Gus Dur di depan puluhan ribu massa pendukung PKB.Menurut Gus Dur, diselenggarakannya deklarasi Islam Damai ini untuk menunjukkan kepada dunia dan bangsa Indonesia bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan dan teror. Sebab selama ini ada kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan Islam untuk aksi terorisme.Dalam rangka mendeklarasikan Islam Damai, Gus Dur bersama para kiai dihadapan puluhan ribu massa melepaskan burung merpati sebanyak 45 ekor serta balon yang bertuliskan "Islam for Peace". Adapun deklarasi Manifesto Islam Damai dibacakan oleh KH Abdul Hay Naim, ulama kharismatik dari Darut Tahzib, Jakarta Selatan.Dalam deklarasinya, PKB menyatakan bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan terorisme, karenanya keberadaan Islam harus membawa rahmat bagi semua umat manusia.Sejumlah kiai NU dari wilayah Jabobatek yang hadir dalam deklarasi itu antara lain KH Ghofur Ali, KH Hasbullah Ali, KH Sakhroni Roidin, KH Usfuri, dan sejumlah kiai lainnya.Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, mengajak kepada seluruh simpatisan PKB dan jajaran struktrual PKB hingga ke daerah untuk mengkampanyekan Islam Damai. Muhaimin meminta agar tradisi pemahamam Islam ala pesantren yang inklusif, toleran, dan cinta damai terus dikumandangkan. Sebab akhir-akhir, ini banyak yang memahami Islam secara salah sehingga dijadikan dasar untuk aksi kekerasan dan terorisme.Sementara itu Ketua Panitia Jalan Santai Islam Damai, Yenny Gus Dur mengatakan, dirinya sangat terharu atas respons yang diberikan oleh masyarakat Jabotabek atas ajakan kampanye Islam for Peace. Karena peserta yang ikut lebih banyak dari yang diperkirakan."Kita sudah menyebar 11 ribu formulir, itu habis dan bahkan masih kurang. Banyak juga yang tidak dapat kaos karena peserta membludak. Saya sangat terharu karena tidak disangka sebanyak ini," tegasnya.
(san/)











































