Kisah Petani Bawang Putih Sembalun Mampu Bertahan di Tengah Corona

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 17:02 WIB
Bawang putih melonjak
Foto: Muhamad Rizal
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini berefek pada pola hidup masyarakat yang kini tengah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan imbauan pemerintah. Tak hanya itu, kondisi yang tidak menentu ini juga berimbas pada bisnis para pengusaha di berbagai sektor.

Namun, di saat banyak pengusaha yang tidak dapat menjalankan usahanya secara optimal, Abdul Rais dan para petani di Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tetap beraktivitas seperti biasa. Bahkan, menurutnya pandemi ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi usaha pertanian bawang putih yang dilakoninya.

Sejak virus Corona masuk ke Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan impor dari China yang salah satunya mencakup komoditas bawang putih. Dengan begitu, komoditas bawang putih dalam negeri mendapat tempat yang besar di pasaran. Rais merasa bersyukur karena tanaman bawang putihnya kini telah siap panen. Bawang putih di Pulau Lombok ini dikenal memiliki keunggulan dapat tumbuh subur di dataran rendah dan kurang subur serta memiliki ukuran yang besar.

"Pertanian merupakan sektor utama yang menghidupi keluarga di daerah Sembalun. Sekitar 6.700 jiwa menaman bawang putih dengan tanaman tumpang sari sebagai selingan. Hadirnya BNI turut meningkatkan kesejahteraan petani di sini dengan akses pembiayaan yang mudah dan ringan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sebelum ada BNI, para petani masih bergantung pada rentenir yang memberikan bunga yang sangat tinggi," ujar Rais dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).

Rais mengatakan, dengan ada physical distancing koordinasi antar petani dilakukan menggunakan sarana telepon dan aplikasi WhatsApp Messenger. Hal-hal yang dikoordinasikan adalah seputar pasokan benih, pupuk, penjualan, hingga akses pembiayaan. Rais turut membantu mengkoordinir para anggota dalam memperoleh pinjaman KUR ke BNI.

Dalam hal pengajuan pinjaman, berkas dikoordinasi oleh ketua kelompok tani secara kolektif untuk diserahkan dan diproses oleh BNI Kantor Cabang Mataram. Sedangkan, untuk pelunasannya, petani biasanya cukup melakukan setoran ke BNI Kantor Cabang Sembalun atau melalui Agen46 (Agen LAKUPANDAI BNI) terdekat.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI, Tambok P Setyawati, menuturkan hadirnya BNI sejak 3 tahun ini di Kecamatan Sembalun dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui KUR dengan bunga yang ringan dengan sistem tidak diangsur, melainkan Yarnen (Bayar Ketika Panen) atau lunas setelah panen.

Pola Yarnen ini tidak hanya berlaku pada bawang Sembalun, tapi juga kepada petani usaha padi, jagung dan lain sebagainya di Jawa Timur serta seluruh sentra pertanian di Indonesia. Penyaluran KUR ke sektor pertanian menjadi salah satu strategi tumpuan dalam masa COVID-19. Sampai dengan April 2020 BNI telah menyalurkan KUR Tani sebesar Rp 47,495 miliar kepada 3.705 petani di Sembalun.

(prf/ega)