Aksi Anti Globalisasi, 41 Orang Luka-luka
Minggu, 18 Des 2005 01:03 WIB
Jakarta - Penolakan terhadap anti globalisasi dunia juga terjadi di Hongkong. Sekitar 900 demonstran anti globalisasi dunia memenuhi halaman gedung tempat bertemunya organisasi perdagangan dunia di Hong Kong.Dalam aksi protes tersebut, setidaknya 41 orang dilaporkan luka-luka dan lima diantaranya adalah petugas kepolisian. Kerusuhan ini merupakan kerusuhan terburuk sejak 16 tahun terakhir di Hong Kong.Para demonstran yang menggunakan tongkat bambu berusaha untuk menerobos barikade petugas kepolisian yang begitu ketat. Bahkan, untuk melawan para demonstran petugas kepolisian harus menggunakan semprotan gas air mata untuk membubarkan para aktivis anti globalisasi itu."Para demonstran sudah berlaku anarki. Sehingga petugas harus melakukan pencegahan," kata petugas kepolisian Hong Kong seperti diberitakan BBC News, Sabtu (17/12/2005).Pertemuan organisasi perdagangan dunia ini membahas mengenai kesepakatan subsidi ekspor serta perdagangan bebas sejak enam hari lalu yang akan berakhir hari Minggu (18/12/2005) ini.Amerika serikat menginginkan pelaksanaan perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang. Namun usul ini ditolak oleh Uni Eropa dan negara berkembang yang dinilai terlalu cepat.Pertemuan ini juga diwarnai rasa ketidakpuasan dari negara-negara berkembang mengenai pemberlakuan perdagangan bebas seperti tercantum dalam draft kesepakatan yang hingga kini masih alot untuk dibahas.
(ahm/)











































