Daker Madinah Sidak ke Perusahaan Katering Jamaah Haji

Daker Madinah Sidak ke Perusahaan Katering Jamaah Haji

- detikNews
Sabtu, 17 Des 2005 23:26 WIB
Madinah - Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) Daerah Kerja (Daker) Madinah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan katering yang melayani jamaah Indonesia. Dalam sidak itu, tim memantau dapur, proses pemasakan, pengepakan, dan lain-lain. Wakil Kepala Daker Bidang Pelayanan Kesehatan dr Anasrul S Rahman memimpin sidak tim ini. Tim terdiri dari Dading Setiawan dan ahli gizi Iswaneli Mourbas. Ada empat perusahaan katering yang ditinjau, yaitu Al Anshar Al Iqlimiyah Catering, Fathani Catering, Al Ahmadi Catering, dan Al Hamra Catering. Sidak ini dilakukan untuk memantau proses di perusahaan katering apakah prosedurnya sesuai dengan yang ditetapkan atau tidak. Hal ini menjadi perhatian Daker Madinah, agar jamaah haji mendapat fasilitas makanan yang baik. "Kita tidak memiliki jadwal khusus untuk sidak. Jadi sewaktu-waktu kita bisa melakukansidak," kata Anasrul.Untuk pertama kali, tim mengunjungi Al Anshar Al Iqlimiyah Catering. Di tempat ini, tim meninjau sejumlah ruang, seperti ruang penyimpanan bahan baku, penyimpanan daging, pemasakan, pengepakan, dan lain-lain. Di tempat ini, tim mempertanyakan tentang masih adanya sejumlah pekerja katering perusahaan itu yang ogah-ogahan mengenakan masker. "Tolong para pekerja selalu memakai masker, kaos tangan dan penutup kepala," pinta Anasrul kepada penanggung jawab Al Anshar, Adian. Tim juga menanyakan tentang kepemilikan heater (pemanas makanan), sistem pemasakan, pengepakan, dana sistem distribusi. Tim juga memergoki tidak tersedianya sabun untuk mencuci tangan di westafel. Padahal, demi higienis masakan, semua pekerja sebelum masuk ke tempat pemasakan, harus mencuci tangan di westafel itu. Perusahaan katering kedua yang dikunjungi adalah Fathani (Bawazir) Catering. Namun, ternyata perusahaan katering ini masih belum beroperasi. Masih terlihat sejumlah persiapan. Untuk kontrak makanan yang sudah berjalan, untuk sementara ini pihak perusahaan masih mengerjakan secara bersama-sama dengan Al Hamra. Perusahaan katering ketiga yang dikunjungi adalah Al Ahmadi Catering. Perusahaan ini hanya mendapat kontrak makanan boks dalam jumlah tidak terlalu besar, hanya melayani 5.000 jamaah haji Indonesia per hari. Di perusahaan ini, tim mengkritisi tata cara pemasakan hingga pendistribusian makanan ke pemondokan. Antara lain tim meminta agar perusahaan katering ini menjaga dengan benar kebersihan dapurnya. Tim juga meminta agar sayur-sayuran tidak dipotong-potong dulu dan disimpan dalam pendingin dalam waktu yang lama."Sebaiknya, sayur dipotong-potong menjelang dimasak. Kalau disimpan di tempat pendingin dalam waktu lama, gizinya hilang," kata Lily. Perusahaan terakhir yang dikunjungi adalah Al Hamra. Perusahaan katering ini mendapat kontrak makanan yang paling besar, yaitu 60 ribu jamaah haji. Di perusahaan ini, tim memeriksa dapur, pemotongan daging dan ikan, dan mengecek pengepakan secara otomatis. Tim juga menanyakan kasus makanan basi yang sempat terjadi beberapa hari lalu. Juga ditanyakan mengapa sayuran yang dibuat perusahaan ini hanya buncis. "Kami sulit mendapatkan bahan baku dalam jumlah besar. Tapi, kami berusaha agar menu sayur bervariasi. Mungkin dalam gelombang II nanti akan ada perubahan yang besar," kata penanggung jawab Al Hamra Koko, saat ditanya mengenai sayur buncis itu. Di perusahaan ini, tim melihat alat pengepakan bermesin yang dimiliki Al Hamra. Sebelum meninggalkan lokasi, tim juga meminta sejumlah boks makanan untuk diteliti, baik takarannya maupun kadar gizinya. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads