Bantai Warga di Kali Waci Maluku Utara, 2 Pelaku Dihukum Mati

Andi Saputra - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 11:40 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Palu hakim. (Ari Saputra-detikcom)

Perang antarkelompok masyarakat ini bikin geger. Polisi bergerak dan menangkap para pelaku. Mereka kemudian diadili di Pengadilan Negeri (PN) Saosio. Duduk sebagai terdakwa yaitu:

1. Habel Lilinger
2. Hago Baikole
3. Rinto Tojouw
4. Toduba Hakaru
5. Awo Gihali
6. Saptu Tojou


Pada 30 Maret 2020, PN Saosio menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Habel dan Hago. Kemudian Saptu dan Todubu dihukum 20 tahun penjara. Sedangkan Awo dan Rinto dihukum 16 tahun penjara.

Jaksa tidak terima dengan putusan itu dan mengajukan banding. Menurut jaksa, peristiwa pembunuhan yang terjadi di hutan Waci bukan pertama sekali terjadi. Dampak peristiwa itu maupun kejadian yang sudah pernah terjadi mengakibatkan lumpuhnya perekonomian masyarakan khususnya di Desa Waci. Majelis tinggi mengabulkan permohonan jaksa.

"Menyatakan Terdakwa I. Habel Lilinger alias Hambiki Alias Niklas Dilingir, terdakwa II Hago Baikole Alias Hago, terdakwa III Rinto Tojou alias Rinto, terdakwa IV Toduba Hakaru Alias Toduba, terdakwa V Awo Gihali alias Awo dan terdakwa VI Saptu Tojou alias Saptu telah terbu kti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turur serta melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan primair," ujar majelis PT Maluku Utara yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Senin (11/5/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Nardiman dengan anggota Herus Mustofa dan Mion Ginting. Majelis sepakat mengubah hukuman para terdakwa menjadi:

1. Habel Lilinger dihukum mati.
2. Hago Baikole dihukum mati.
3. Rinto Tojouw dihukum 20 tahun penjara
4. Toduba Hakaru dihukum penjara seumur hidup.
5. Awo Gihali dihukum 20 tahun penjara
6. Saptu Tojou dihukum penjara seumur hidup.

"Perbuatan para terdakwa adalah sangat sadis tanpa prikemanusiaan apalagi perbuatan tersebut dilakukan terdakwa tanpa ada suatu motif sama sekali dan hal tersebut adalah merupakan hal yang sangat memberatkan bagi para terdakwa dan tidak ada hal yang dapat meringankan diri terdakwa terdakwa," ujar majelis banding dengan suara bulat.

Halaman

(asp/idh)