Rekonstruksi Aceh, Pemerintah Diminta Buka Impor Kayu

Rekonstruksi Aceh, Pemerintah Diminta Buka Impor Kayu

- detikNews
Sabtu, 17 Des 2005 21:02 WIB
Banda Aceh - Setahun setelah bencana tsunami, Aceh mulai bergeliat. Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh akan menargetkan untuk membangun 120 ribu rumah dalam waktu empat tahun. Dan untuk memenuhi target itu, BRR meminta pemerintah untuk membuka keran impor kayu dari luar negeri."Saya mengkhawatirkan kalau kayu kita kurang. Karena, kalau mengambil dari tempat lain saya takut dari sini-sini juga, jadi kalau memang ada yang menawarkan untuk beri bantuan kayu terima saja," kata Kepala BRR Aceh dan Nias Kuntoro Mangkusubroto, saat ditemui di kediamannya Jl Ateup Munjing Banda Aceh, Sabtu (17/12/2005).Sampai saat ini yang baru diselesaikan oleh BRR baru sekitar 30 ribu rumah di Aceh dari target 78 ribu rumah untuk tahun ini. Sedangkan untuk memenuhi target 120 ribu rumah kayu yang dibutuhkan sebanyak 1,7 juta meter kubik.Menurut Kuntoro, saat ini pemerintah pusat masih ragu-ragu untuk menerima tawaran tersebut. "Kalau hutan kita ingin terjaga, lebih baik buka saja impor kayu tersebut," pintanya.Kuntoro juga mengaku tidak setuju jika kebutuhan kayu ditutupi dari kayu ilegal yang berhasil ditangkap oleh pihak berwajib."Kalau kayu ilegal yang kami beli, duitnya juga tidak akan kembali ke hutan. Lebih baik haramkan saja kayu itu untuk dibeli," tegasnya. Saat ini menurutnya, sudah ada tawaran bantuan kayu dari Fiji. Selain kebutuhan kayu, ia memperkirakan stok bahan bangunan seperti semen juga akan kekurangan."Target ini jika dilakukan bisa menggegerkan stok sumber bahan bangunan kita. Jadi impor semen juga bisa dibuka," tutur Kuntoro.Selain kekurangan kayu serta bahan bangunan, BRR juga memperkirakan akan mengalami kekurangan tenaga kerja.Diperkirakan sekitar 350 ribu tukang setiap bulannya akan dibutuhkan untuk mempercepat rekonstruksi Aceh."Jadi kemungkinan kita akan mengambil tenaga kerja dari luar Aceh. karena kalau dari dalam akan kurang," jelas Kuntoro.Terkait data korban tsunami, sampai saat ini sekitar 67 ribu korban tsunami masih tinggal di tenda-tenda penampungan. BRR akan mengusahakan, dalam dua pekan ini akan membuat rumah transisional yang terbuat dari alumunium."Kita harapkan rumah-rumah ini bisa dibangun menggantikan tenda-tenda mereka akhir bulan ini. Sedikitnya dua ribu rumah taransisional akan terpasang dan ditargetkan bulan depan 20 ribu rumah akan terpasang," tandasnya.Selain itu, selama setahun pascabencana tsunami di Aceh, pembangunan telekomunikasi di Aceh dinilai cukup cepat. Namun, BRR tetap meminta PT Telkom untuk melakukan ekspansi yang lebih cepat lagi. "Jangan sampai pembangunan infrastruktur telekomunikasi lelet. Karena telekomunikasi adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan bantuan pemulihan Aceh bisa sustain," urai mantan Mentamben ini. (ahm/)


Berita Terkait