2 Pekan Lebih Operasi Ketupat, 37.701 Kendaraan Diminta Putar Balik

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 17:15 WIB
Personel gabungan Dishub, TNI, Polri serta petugas medis memeriksa pengendara keluar di pintu tol Serang Timur, di Serang, Banten, Senin (27/4/2020). Pengawasan dan penyekatan mobilitas di pintu masuk menuju Kota Serang dan Wilayah Banten Selatan itu dilakukan untuk mencegah gelombang arus mudik lebaran di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Ilustrasi penyekatan jalan terkait larangan mudik. (Asep Fathulrahman/Antara Foto)
Jakarta -

Pemerintah telah mengumumkan larangan mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Kepolisian yang mendirikan pos penyekatan telah menghalau puluhan ribu kendaraan pemudik.

Selama 16 hari Operasi Ketupat 2020 (24 April-9 Mei 2020), Polri telah meminta 37.701 kendaraan pemudik untuk berputar balik. Puluhan ribu kendaraan itu terindikasi kuat hendak melakukan perjalanan mudik.

"Jumlah total ranmor (kendaraan bermotor) yang diputar balik selama 16 hari pelaksanaan operasi sebanyak 37.701 kendaraan," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (10/5/2020).

Sebanyak 37 ribu lebih kendaraan itu merupakan jumlah kendaraan kumulatif dari tujuh Polda dari Lampung hingga Jawa Timur.

Pada Sabtu (9/5), tercatat 1.756 kendaraan telah dihalau. Rinciannya, Polda Metro Jaya menghalau 707 kendaraan, Polda Jabar menghalau 362 kendaraan, Polda Jateng menghalau 157 kendaraan, Polda Jatim menghalau 292 kendaraan, Polda DIY menghalau 7 kendaraan, Polda Banten menghalau 185 kendaraan, dan Polda Lampung menghalau 46 kendaraan.

Sementara itu, saat ini transportasi mulai dibolehkan mengangkut penumpang ke luar daerah. Tetapi masyarakat tetap dilarang mudik seperti tertuang dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 4 Tahun 2020.

(dhn/dhn)