ADVERTISEMENT

Djoko Santoso Meninggal Dunia, Anies: Patriot yang Menomorsatukan Bangsa

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 13:17 WIB
Tangkapan layat video tayangan Anies di akun Youtube Pemprov DKI
Anies Baswedan (Foto: Tangkapan layat video tayangan Anies di akun YouTube Pemprov DKI)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut berduka atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Anies menyebut Djoko Santoso merupakan patriot bangsa.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berdukacita atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Seorang patriot, selalu menomorsatukan bangsa & negara," tulis Anies melalui akun Twitter-nya, Minggu (10/5/2020).

Anies pun turut mendoakan almarhum. "InsyaAllah husnul khatimah, ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.

Seperti diketahui, Djoko Santoso meninggal dunia pagi ini. Sebelumnya, dia diketahui sempat menjalani perawatan usai operasi karena pendarahan di otak.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen Budi Sulistya mengatakan Djoko Santoso meninggal karena penyakit cerebro vascular disease atau lebih dikenal dengan stroke. Sejak dirawat pada Sabtu (2/5) pekan lalu, lanjut Budi, Djoko Santoso sudah dites PCR sebanyak 3 kali untuk COVID-19 dan hasilnya negatif.

Djoko Santoso adalah Panglima TNI pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menjabat Panglima TNI sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.

Pensiun dari militer, Djoko Santoso melanjutkan karier dengan bergabung di Partai Gerindra pada 2015. Dia masuk struktur Dewan Pembina. Pada Pilpres 2019, Djoko Santoso menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga.

(mae/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT