Pertamina Siapkan Bantuan Modal Usaha hingga Rp 100 M bagi 1.000 UMKM

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 12:11 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menyiapkan bantuan modal usaha untuk mendukung UMKM di tengah COVID-19 dengan total bantuan mencapai Rp 100 Miliar. Modal usaha tersebut rencananya akan disalurkan kepada 1.000 UMKM di beberapa wilayah di Indonesia, mencakup provinsi Riau, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Kalimantan Barat.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pemberian bantuan usaha yang dilakukan melalui Program Kemitraan tersebut juga mencakupi pendampingan bagi UMKM yang mencakup program pelatihan, mentoring dan coaching. Pelaksanaannya akan dilaksanakan secara berjenjang dan akan dimonitor perkembangannya ke masing-masing mitra binaan untuk menilai efektifitasnya.

Fajriyah menambahkan, pinjaman tersebut dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama disalurkan kepada UMKM yang langsung mendapat keuntungan karena COVID-19.

"Tahap kedua adalah kepada UMKM yang siap bangkit di saat COVID-19 selesai dan tahap ketiga untuk sektor lainnya yang bisa berkembang pada situasi normal," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Selain itu, Pertamina juga akan memberikan pelatihan sekaligus pendampingan yang terukur. Pendampingan akan dilakukan pada masa penyaluran, pemanfaatan dan pengembalian terhadap 1.000 UMKM di 8 wilayah kerja Pertamina. Dengan pola ini diharapkan gerakan UMKM untuk naik kelas dapat diukur melalui hasil analisis indeks yang dapat memberikan arahan pemberdayaan selanjutnya.

UMKM juga akan dibekali pengetahuan praktis mengenai manajemen usaha, pembukuan, serta strategi pemasaran dengan bisnis online. Pada tahapan coaching dan mentoring, UMKM akan didampingi oleh praktisi yang handal di bidangnya.

Dalam proses pendampingan, Pertamina pun telah menggaet Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI) yang merupakan asosiasi yang menaungi lembaga layanan pengembangan usaha dengan sekitar 1.200 tenaga pendamping UMKM bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi di seluruh Indonesia.

"Melalui bantuan ini, Pertamina berharap UMKM memiliki kesempatan kembali dalam meningkatkan usahanya dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berdaya di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda dunia," terang Fajriyah.

Di sisi lain, Ketua Umum ABDSI Cahyadi Joko Sukmono mengatakan UMKM merupakan salah satu pilar ekonomi nasional yang sudah terbukti sangat vital keberadaannya sebagai pondasi ekonomi Indonesia. Volatilitas yang mendera ekonomi global akibat COVID-19 kini berdampak langsung pada keberlangsungan usaha UMKM yang juga pada gilirannya membawa dampak pada sektor informal.

"Oleh karena itu, langkah yang dilakukan oleh Pertamina sudah tepat dan merupakan kontribusi konkrit sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian sangat serius terhadap keberlangsungan hidup UMKM di masa sulit seperti sekarang," pungkasnya.

(akn/ega)