Polemik Bansos Pusat-Pemprov, PAN DKI: Sri Mulyani Kaget dan Pusing

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 07:49 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menutup tempat wisata selama 2 pekan ke depan untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya adalah Monas.
Foto: Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta mengaku dapat memahami mengapa Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak memiliki anggaran untuk bantuan sosial (bansos). PAN menilai Sri Mulyani kaget dan pusing soal dana bagi hasil.

"Kami bisa memahami kenapa Menkeu seperti itu, mungkin Bu Sri kaget dan pusing ketika Pak Anies menagih dana bagi hasil sekitar Rp 5,1 T. Pusing karena sumber penerimaan pemerintah pusat realisasinya menurun. Kaget karena Pak Anies secara terbuka menanyakan dana bagi hasil pada saat teleconference dengan wapres," kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI, Oman Rahman Rakinda, kepada wartawan, Sabtu (9/5/2020).

Oman menilai salah besar bila Pemprov DKI tak dapat memberi bansos kepada jutaan warga Jakarta. Dia mengatakan Pemprov DKI sudah menyiapkan dana sekian triliun untuk bansos warga.

"Kalau Bu Menkeu Sri Mulyani mempersoalkan bansos DKI dan katanya, Pemprov DKI nggak punya dana, nggak sanggup berikan bantuan untuk 1,1 juta warga terdampak COVID-19. Ini salah besar karena Pemprov Insyaallah sudah menyiapkan dana Bansos sebesar Rp 5 T," ujar Oman.

"Kesiapan dana Rp 5 T untuk bansos sudah juga disampaikan ke DPRD dan kami Fraksi PAN sangat mendukung untuk disiapkan sebaik baiknya untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 di Jakarta," tambahnya.

Oman pun sepakat dengan Anies bahwa bansos diberikan ke warga DKI sebelum PSBB. Namun, Oman menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2