Komnas HAM Kecam Tahanan Bully Ferdian Paleka: Merendahkan Martabat Manusia

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 10 Mei 2020 07:31 WIB
Beka Ulung Hapsara
Foto: Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM mengecam tindakan perundungan atau bully yang dilakukan oleh tahanan lain terhadap YouTuber Ferdian Paleka. Komnas HAM menilai tindakan tersebut merendahkan martabat manusia.

"Saya mengecam perundungan terhadap Ferdian. Aksi tersebut menjurus pada tindakan yang merendahkan harkat dan martabat manusia," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Sabtu (9/5/2020).

Beka menilai seharusnya hak-hak Ferdian di dalam tahanan tetap harus dilindungi. Menurut Beka sepatutnya aparat tak membiarkan perundungan terhadap Ferdian terjadi.

"Seharusnya polisi melindungi hak-hak yang melekat pada Ferdian atau siapapun yang ada dalam tahanan kepolisian dan bukan membiarkan peristiwa tersebut terjadi," ucap Beka.

Sebelumnya, beredar tiga potongan video yang memperlihatkan YouTuber Ferdian Paleka kena perundungan oleh tahanan lainnya pada Sabtu (9/5). Disinyalir kejadian itu terjadi di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung.

Dalam video berdurasi 19 hingga 49 detik itu terlihat Ferdian dalam keadaan nyaris telanjang dengan kepala plontos.

Dalam potongan berdurasi 49 detik terlihat Ferdian dan salah seorang rekannya tengah melakukan push-up. Terlihat wajah konten kreator berusia 21 tahun itu memelas dan matanya berkaca-kaca.

Di sekelilingnya terdapat tahanan kepolisian yang lain mengamati, dan sesekali melakukan kontak fisik dengannya.

"Cik ngomong abdi jelema belegug kituh (coba katakan saya orang bodoh)," kata salah seorang pria yang terdengar dalam video tersebut.

"Abdi jelema belegug (saya orang bodoh)," tiru Ferdian dengan mata sayu.

(rfs/maa)