'Matahari' Baru Amien Rais, Nasibnya Benderang atau Temaram?

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 16:33 WIB
Putra Amien Rais, Hanafi Rais hadir diantara massa aksi kawal Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta. Hanafi hadir untuk mendampingi pemeriksaan sang ayah.
Ilustrasi. Hanafi Rais mengepalkan tangan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Langkah drastis jadi pilihan Hanafi Rais, putra sulung politikus kawakan Amien Rais. Anggota Komisi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini memutuskan mundur dari parlemen dan meninggalkan Partai Amanat Nasional (PAN)--partai yang didirikan ayahnya--pada awal Mei lalu.

Dalam suratnya, Hanafi mengungkap kekecewaannya atas hasil Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, pertengahan Februari lalu, yang kembali mendapuk Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum periode 2020-2025. Dia juga menyatakan tidak bisa lagi berada di dalam jajaran kepengurusan PAN saat ini karena PAN mendekat ke pemegang kekuasaan.

Belakangan, loyalis Amien Rais menyebut Hanafi, yang juga Ketua Fraksi PAN DPR RI, akan bergabung dengan sebuah partai baru. Partai baru ini kabarnya akan langsung dipimpin Amien Rais. Sejumlah loyalis Amien Rais yang berada di PAN diklaim akan turut bergabung.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan kehilangan Amien Rais pasti membawa pengaruh bagi PAN. Namun, menurut Adi, impaknya tak akan signifikan. Alasannya, pamor Amien Rais sudah tidak secemerlang masa-masa awal pendirian PAN sehingga tidak lagi jadi patron tunggal di partai itu.

"Profil Amien Rais tidak cukup kuat lagi. Kalau dulu pascareformasi sampai 10 tahun setelah reformasi, lihat PAN itu adalah Amien Rais. PAN dulu dianggap personifikasi Amien Rais. Tapi sekarang kan sudah berubah. Di Muhammadiyah dan PAN sendiri sudah banyak figur kunci yang berbeda pandangan dengan Amien Rais," ujar Adi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3