Kabur 4 Hari, Tahanan Berstatus PDP Pindah-pindah Lokasi Pelarian

Faruk - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 15:20 WIB
borgol
Ilustrasi (Foto: iStock)
Mataram -

Aparat Polres Lombok Timur menangkap seorang tahanan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona yang kabur dari tempat isolasi di Rusunawa Labuhan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tahanan bernama Ahmad Gani (28) itu kabur empat hari.

Selama dalam pelarian, Gani berpindah-pindah lokasi. Gani dibantu oleh saudaranya berinisial HN (18) selama kabur dari tempat isolasi.

"Selama dalam pelarian, tersangka Abdul Gani berpindah-pindah tempat, antara lain di Kecamatan Aikmel, Kecamatan Suralaga, dan Kecamatan Suela," kata Kasubag Humas Polres Lotim Iptu Lalu Jaharudin dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2020).

Gani kabur dari Rusunawa Labuhan lewat ventilasi pada Selasa (5/5) pagi. Polisi lalu menangkapnya di Desa Tebaban Barat, Suralaga, Lombok Timur, pada Jumat (8/5) malam.

Penangkapan dilakukan timsus gabungan Polres Lombok Timur yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Daniel P Simangungsong dan Kasat Resnarkoba Iptu Hendry Christianto. Gani merupakan tahanan kasus Narkoba yang ditahan di Rutan Mapolres Lotim selama 20 hari atau sejak 20 April hingga 3 Mei 2020.

Gani kabur dari tempat isolasi dengan cara merusak ventilasi ruangan yang berada di lantai 5.

"Pada hari Senin (4/5) sekitar pukul 23.00 Wita tersangka kabur dari Rusunawa (HGS) Kayangan karantina isolasi COVID-19 dengan cara merusak ventilasi ruangan Isolasi lantai 5. Kemudian kabur menuju Pasar Labuhan, Lombok," ujarnya.

Polisi menindak tegas Gani karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap. Gani adalah satu dari 13 tahanan yang diisolasi karena hasil rapid test menunjukkan reaktif.

"(Dia) tahanan Satnarkoba. Lagi di-rapid seluruhnya, dia reaktif. Lalu diisolasi di rusunawa untuk tunggu swab. Swab pertama memang negatif. Cuma kan SOP kesehatan harus dua kali. Saat menunggu swab kedua, dia kabur tanggal 4 kemarin," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Daniel.

Tonton juga video Ada Napi Kembali Berulah Usai Bebas, Komnas HAM: Cabut Asimilasinya!:

(jbr/jbr)