Bima Arya Berantas Korupsi Kecil Bansos: Warga Dilarang Kasih Tip ke Petugas

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 13:04 WIB
Bima Arya maju dalam bursa caketum PAN
Bima Arya (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bogor -

Wali Kota (Walkot) Bogor Bima Arya mendapati adanya aktivitas 'korupsi kecil' dari warganya di tengah masa pandemi virus Corona (COVID-19). Bima mendapati warga memberi gratifikasi kepada petugas saat proses penyaluran bantuan sosial (bansos).

"Semacam kebiasaan yang dekat-dekat korupsi, ketika warga menerima bantuan, dia (warga) merasa perlu kasih tip kepada (petugas bansos) yang ngirim," ujar Bima Arya dalam diskusi 'Cegah Korupsi di Tengah Pandemi', Sabtu (9/5/2020).

Bima mencontohkan warga yang mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp 500 ribu, maka menyisihkan sebesar Rp 25 ribu untuk petugas yang mengirim bantuan.

Bima menyebut Pemkot Bogor tak tinggal diam menghadapi kasus 'korupsi kecil' ini. Ia telah memanggil camat, lurah, hingga RT/RW untuk memberi arahan dan memperingatkan untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang mendekati korupsi.

"Akhirnya saya buat surat edaran camat-lurah tidak boleh ada pemberian dari penerima atau permintaan dari pengurus. Kalau ada, nanti syarat pidana," kata Bima.

Dalam kesempatan yang sama, Bima menuturkan bagaimana sulitnya mendata warga yang betul-betul terdampak Corona. Banyak warga yang seharusnya tidak menerima manfaat tapi justru terdaftar sebagai keluarga miskin.

"Kita data mengorek dari RT/RW ada 192 ribu KK, menurut RT/RW dianggap terpapar. Ini luar biasa, karena KK di Bogor ada 237 ribu KK, 190 ribu KK dianggap miskin, kan gila ini," ucap Bima.

Setelah didata kembali, jumlah warga Bogor yang terdampak Corona tereduksi menjadi 150 ribu KK. Namun masih banyak warga yang merasa belum menerima bantuan dan mendaftarkan diri pada salah satu aplikasi buatan Pemkot Bogor, yakni SALUR (Sistem Kolaborasi dan Solidaritas untuk Rakyat).

"Saya cek, orang yang memeriksa ingin mendapatkan bantuan, yang visit di aplikasi itu, ada 300 ribu, ada 30 persen dari penduduk Bogor yang (berjumlah) 1 juta, kata Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) betul, kita semua merasa terpapar (Corona)," ungkapnya.

Selain itu, Bima bercerita mengenai pengorbanan Pemkot Bogor selama pandemi Corona. Ia menyebut perjalanan dinas Wali Kota dipotong hampir 80 persen.

"Perjalanan dinas Wali Kota dipotong 80 persen, saya bilang nggak mungkin saya ke mana-mana, nggak mungkin ke luar negeri, potong saja makan, minum, dan operasi kantor, semua dipotong," imbuh Bima.

Penyaluran bantuan kepada warga ini tentu berefek pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor. Bima menuturkan PAD Kota Bogor jeblok.

"PAD kita drop 40 persen, tinggal 40 persen, mau berjalan normal sudah berat, tapi ini dipotong," ungkapnya.

Menkeu: Bansos Corona Sudah Meng-cover 55% Penduduk Indonesia:

(isa/jbr)