Soekarwo Minta Yuri Tak Baca Teks Saat Sampaikan Pesan ke Masyarakat

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 21:54 WIB
Soekarwo (Andhika/detikcom)
Soekarwo (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Watimpres) Soekarwo menilai cara berbicara juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam menyampaikan informasi. Menurut Soekarwo, Yuri seharusnya tidak membaca teks dalam berkomunikasi.

Soekarwo menyebutkan, dalam konferensi pers, penyampaian informasi COVID-19 Yuri kerap membaca teks. Padahal, menurutnya, penting bagi Yuri menatap ke depan dan percaya diri dalam berbicara dengan masyarakat.

"Saya kira misalkan Pak Yuri, kalau menjelaskan lihat ke depan bukan liat tulisan. Harus lihat masyarakat, sehingga dia percaya diri, jangan baca tulisan di bawah itu. Saya kira itu penting, penting sekali," ujar Soekarwo dalam diskusi 'Industry Roundtable Surviving The Covid-19 Preparing The Post from Government Industry Perspective', Jumat (8/5/2020).

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok. BNPB)

Hal kedua, menurutnya, perlunya dilakukan pemilihan bahasa yang dapat dimengerti masyarakat. Soekarwo menilai hal ini masuk sebagai konsep komunikasi.

"Kedua pakailah bahasa yang bisa dimengerti, kultur ini penting. Gaya komunikasi saya kira, ini dimasukkan di dalam konsep komunikasi," ujar Soekarwo.

Konsep komunikasi dinilai perlu diperhatikan. Menurutnya, hal ini agar informasi yang disampaikan dapat memberikan harapan kepada lawan bicara dalam hal ini yaitu masyarakat.

"Kalau di Surabaya komunikasi itu kom-uni-kasi, kalau berbicara, memberikan harapan kepada yang diajak bicara," tuturnya.

(dwia/zak)