Komnas HAM: Larangan Salat di Tempat Ibadah Saat Pandemi Corona Dibolehkan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 19:11 WIB
Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian, Choirul Anam (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian Choirul Anam (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta -

Komisioner Bagian Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Choirul Anam mengatakan larangan salat di rumah ibadah di tengah pandemi Corona (COVID-19) diperbolehkan. Dari segi HAM, Anam menilai tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

"Pelarangan salat di tempat ibadah itu dalam konteks HAM itu dibolehkan, mengekspresikan ibadah boleh dikelola, dibatasi dan diatur, tapi bukan esensi agama," kata Anam dalam konferensi pers daring Komnas HAM pada Jumat (8/5/2020).

Anam menjelaskan yang dimaksud tidak keluar dari esensi beragama, contohnya tindakan mengurangi rakaat dalam salat dalam konteks ibadah umat Islam. "Yang dilarang itu salat Magrib, harusnya tiga rakaat, disuruh satu rakaat. Itu yang keluar dari esensi agama. Jadi mengekspresikan keagamaan itu boleh dikelola dan diatur batasannya," sambung dia.

Di awal bulan Ramadhan, Komnas HAM menemukan beberapa masjid yang masih ramai dikunjungi masyarakat untuk beribadah. Adapun temuan paling menonjol di DKI Jakarta.

"Kalau temuan yang paling menonjol di DKI Jakarta. Ada juga tempat yang mengalami dinamika seperti itu. Ada yang punya takmir masjidlah, anak dari gurulah, dan sebagainya ada beberapa tempat begitu. Tapi itu skenario awal Ramadhan. Namun tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Selain itu, Anam menyampaikan ada beberapa masjid yang masih menjalankan peribadahan tapi dengan menerapkan protokol kesehatan. "Di beberapa tempat di label kompromi, mereka menyelenggarakan ibadah tapi protokol kesehatan dijalankan. Saf tidak rapat, nah itu level kompromi," imbuh dia.

Menurut Anam, larangan beribadah harus ditegakkan, khususnya pada wilayah yang merupakan zona merah, pada masa pandemi ini. Jika tidak dilarang, Anam berpendapat, kegiatan ibadah malah dapat merugikan masyarakat sekitar.

Selanjutnya
Halaman
1 2