Terbukti Beri Suap ke Emirsyah Satar, Soetikno Soedarjo Divonis 6 Tahun Bui

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 19:05 WIB
Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo mengikuti sidang lanjutan kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat. Sidang mendengarkan keterangan para saksi.
Soetikno Soedarjo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Soetikno terbukti bersalah memberikan suap kepada Emirsyah Satar saat menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Uang itu diberikan untuk mendapatkan pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce serta pesawat Airbus, Bombardier, dan ATR.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Soetikno Soedarjo terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama," kata hakim ketua Rosmina saat membaca amar putusan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2020).

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa berupa pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan, bila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," imbuh hakim Rosmina.

Soetikno bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Tahun 2001 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama dan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Soetikno, yang juga pemilik PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International Pte Ltd, memberikan uang kepada Emirsyah Satar sebesar Rp 5.859.754.797, USD 884.200, 1.020.975 euro, dan SGD 1.189.208. Total uang tersebut jika dijumlah dalam rupiah setara dengan Rp 46 miliar.

Uang itu diberikan diduga agar Emirsyah Satar membantu Soetikno merealisasi pengadaan, antara lain, total care program (TCP) mesin Rolls-Royce (RR) Trent 700, pengadaan pesawat Airbus A330-300/200, pengadaan pesawat Airbus A320 untuk PT Citilink Indonesia, pengadaan pesawat Bombardier CRJ1.000, dan pengadaan pesawat ATR 72-600.

Selain suap, Soetikno bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Pencucian uang yang dilakukan Soetikno bersama Emirsyah Satar dari suap pengadaan pesawat tersebut.

Jumlah uang yang diduga terkait TPPU Soetikno Soedarjo senilai USD 1.458.364. Uang itu digunakan untuk membayar pelunasan kredit Emirsyah Satar di UOB Indonesia, membayar apartemen di Melbourne, Australia, dan apartemen di Silversea, Singapura.

(zap/dhn)