Djoko Pekik Beberkan Harapan untuk Anak-anaknya sebagai Seniman

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 17:57 WIB
Mola TV
Foto: Dok. Mola TV
Jakarta -

Menjadi seorang seniman legendaris mungkin menjadi impian kebanyakan orang saat ini. Namun bagaimana dengan hasil karya seni yang akan ditinggalkan, ketika seniman tersebut sudah berusia lanjut.

Butet Kartaredjasa melakukan blusukan kepada salah satu seniman pelukis kondang yaitu Djoko Pekik yang dikenal atas beberapa karya beraninya pada masa Order Baru. Dalam obrolan dengan Butet tersebut, Djoko membeberkan harapan dirinya sebagai seorang seniman yang sudah berusia lanjut kepada anak-anaknya.

"Ya anak-anak sudah kuliah semua, sudah sarjana semua, pasca sarjana ya sudah semua. Mbok ya itu mereka punya akal, mudah-mudahan bisa memelihara kesenirupaan saya. Merawat lukisan merawat tanah-tanah saya," ujar Djoko.

Kemudian Djoko juga berpesan agar tanah-tanah yang dimilikinya dapat dikelola dengan baik oleh anak-anak. Karena menurutnya tanah tersebut dapat menghasilkan serta menghidupi mereka.

"Meskipun saya punya tanah murah, tanah rusak, tapi kalau dikelola kan bisa menghasilkan bisa menghidupi anak cucu. Saya mati tadi lah iku mati iki merem tenan," ungkap Djoko.

Kepada Butet, Djoko juga menceritakan beberapa pengalaman dirinya seperti saat ia menolak gelar bangsawan dari Paku Alam.

"Ya sampai tiga kali, tiga tahun nolak. Akhirnya gelar saya Mas Rio Budyo Wiguno," ungkapnya.

Yuk saksikan keseluruhan kisah dari Djoko Pekik di acara Blusukan Butet Kartaredjasa yang disiarkan melalui Mola TV. Cerita Djoko Pekik selengkapnya dalam dilihat dalam episode Blusukan Butet Kartaredjasa: Djoko Pekik Si Pelukis 1 Miliar.

Malam Indah merupakan salah satu program Corona Care Mola TV yang mengajak masyarakat untuk ikut peduli melalui Corona Care. Program ini bertujuan membantu pemerintah dalam memerangi wabah virus Corona di Indonesia dan dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 hingga Rp 5 juta. Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan kemudian disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan virus Corona di Indonesia.

(akn/ega)