Dari 2 Sumber Pemeriksaan, Sudah Lebih dari 143 Ribu Spesimen Diperiksa

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 16:15 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Foto: Ilustrasi spesimen yang diperiksa terkait Corona. (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Total sudah 143.781 spesimen yang diperiksa pemerintah hingga 8 Mei ini terkait virus Corona (COVID-19) menggunakan dua cara. Angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan spesimen dari 103.361 orang.

"Mulai kemarin 1 laboratorium di Wisma Atlet berbasis pada tes cepat molekuler untuk memeriksa antigen sudah kita molekuler dan kita sudah mengirim spesimen untuk mengoperasionalkan lebih dari 15 mesin lainnya yang tersebar di Indonesia," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Jumat (8/5/2020).

"Sebagian catridge untuk memeriksa sudah ada di jalan, sebagian sudah diterima di laboratorium tersebut dan sudah dilaksanakan pemeriksaan," sambungnya.

Pemeriksaan dilakukan lewat dua sumber pemeriksaan. Pertama dengan tes real time polymerase chain reaction (PCR) dan kedua tes cepat molekuler (TCM).

"Ada 143.453 spesimen kita periksa dengan real time PCR yang selama ini sudah jalan, sementara 328 spesimen kita periksa dengan tes cepat molekuler. Dari keseluruhan pemeriksaan ini kita laksanakan pada sekitar 103.361 oran," jelas Yuri.

Dari spesimen tersebut, dikonfirmasi kasus positif bertambah 336 orang. Total positif ada 13.112 orang.

"Hasil positif yang kita dapatkan dari real time PCR sebanyak 13.026, sementara dengan menggunakan tes cepat molekuler 86 orang," tutur Yuri.

Yuri juga menjelaskan hasil yang negatif melalui dua sumber pemeriksaan ini. Total yang negatif ada lebih dari 90 ribu orang.

"Hasil negatif 90.151 dengan real time PCR, dan 98 orang dengan menggunakan tes cepat molekuler," sebut Yuri.

(elz/dhn)