Eks Pejabat Kemenpora Akui Serahkan Rp 400 Juta ke Imam Nahrawi Lewat Aspri

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 15:46 WIB
Terdakwa dugaan suap dana hibah KONI, Imam Nahrawi kembali jalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Disana Imam terlihat mengenakan masker.
Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora Supriyono mengungkapkan adanya sejumlah penyerahan uang yang berasal dari dana operasional Kemenpora kepada mantan Menpora Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Supriyono mengaku pemberian uang itu terjadi beberapa kali.

Hal itu dikatakan Supriyono saat bersaksi dalam sidang lanjutan Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2020). Dia bersaksi melalui daring yang ditampilkan di pengadilan.

"Waktu itu saya dipanggil oleh Pak Mulyana (eks Deputi IV Kemenpora), selaku deputi saya, dan waktu itu di sana sudah ada Pak Chandra selaku PPK (Kemenpora), saya mendengarkan beliau bicara, saya diminta siapkan uang untuk Pak Menteri waktu itu," ujar Supriyono saat bersaksi.

Supriyono mengatakan saat itu diminta mencarikan uang Rp 1 miliar untuk 'honor' Imam sebagai menteri kala itu. Tapi, karena uang di dana Kemenpora tidak mencukupi, akhirnya disepakati pemberian 'honor' itu sebesar Rp 400 juta.

Supriyono juga tidak mengetahui pasti apa yang dimaksud 'honor' itu. Yang jelas, kata Supriyono, Mulyana dan Chandra saat itu membicarakan uang untuk honor menteri.

"Waktu itu Pak Mulyana bilang ke Pak Chandra bahwa Pak Menteri minta, Pak Menteri tanyakan honor Pak Menteri, dan ada diskusi waktu itu Pak Chandra mengusulkan Rp 1 miliar, sementara Pak Mulyana nanya ke saya, dan saya jawab dicarikan. Dan selang beberapa hari, saya hanya dapat uang sekitar Rp 400 juta," kata Supriyono.

Setelah uang Rp 400 juta itu didapat dari hasil meminjam ke KONI, Supriyono mengaku langsung menyerahkan uang itu ke asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum. Proses penyerahan uang itu terjadi saat malam hari di parkiran masjid Kemenpora.

"Saya serahkan ke Mas Ulum, jadi saya telepon Mas Ulum bahwa ada titipan, dan saya sama Ulum ketemu di depan masjid parkir Kemenpora, dan uang itu saya serahkan ke Pak Ulum pakai tas, karena waktu itu malam-malam, lalu saya pulang, Mas Ulum pulang, saya bilang 'ini ada titipan Mas Ulum diambil', kurang-lebih begitu. (Dijawab) 'terima kasih'," jelas Supriyono.

Jadi, kata Supriyono, uang yang didapatnya untuk honor Imam itu berasal dari pinjaman Kemenpora ke KONI, Kemenpora meminjam uang Rp 1 miliar. Dari uang tersebut, Rp 400 juta diserahkan ke Imam dan sisanya digunakan untuk operasional Kemenpora.

Selanjutnya
Halaman
1 2