Rektor USU Keluhkan Sulitnya Dapatkan Reagen untuk Tes Corona

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 14:11 WIB
Rumah sakit Universitas Sumatera Utara (USU) meniadakan jam besuk pasien mulai besok. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.
Rumah Sakit USU (Foto: dok. Situs Resmi USU)
Medan -

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu mengatakan pihaknya kesulitan mendapatkan reagen untuk keperluan tes sampel virus Corona. Runtung mengatakan pihaknya sudah memesan ribuan reagen namun belum bisa terpenuhi karena banyaknya permintaan.

"RS USU sudah memiliki kelengkapan tim medis dan alat-alat yang diperlukan, seperti empat unit Polimere Chain Reaction (PCR) di mana dua di antaranya sudah disiapkan untuk tes swab pasien ODP dan PDP COVID-19. Akan tetapi, kendalanya ada pada kesulitan untuk mendapatkan reagensia, yang merupakan bahan baku pengujian sampel swab," kata Runtung kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Dia mengatakan dari 1.000 reagen yang dipesan, baru 60 reagen yang diterima. Namun, kata Runtung, pihak RS USU terbantu dalam melakukan uji swab setelah ada bantuan reagen dari Litbangkes.

"Dari 1.000 pesanan reagensia RS USU itu, baru dikirimkan sekitar 60 reagensia untuk tes swab 33 pasien. Sejak itulah (16 April 2020) kami mulai bekerja untuk memeriksa 40 sampel dan terus bekerja hingga saat ini. RS USU juga sangat terbantu setelah kembali menerima bantuan 10.000 reagensia dari Litbangkes," ujarnya.

Foto: Rektor USU Runtung Sitepu (dok. Istimewa)

Runtung juga mengatakan saat ini RS USU menyelesaikan pembangunan gedung isolasi dengan kapasitas lima pasien Corona. Dia menargetkan ruang isolasi bisa digunakan pekan depan.

"Gedung untuk ruang isolasi juga sudah selesai dan mudah-mudahan siap difungsikan dalam seminggu ke depan, dengan kapasitas lima pasien COVID-19," ucap Runtung.

Ridwan Kamil: Jabar Sudah Bisa Produksi Kit Reagen PCR Mandiri:

Selanjutnya
Halaman
1 2