Apakah 14 ABK WNI dari Kapal China Akan Dikarantina Lagi di RI?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 13:36 WIB
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengecek standar operasional prosedur pencegahan virus Corona di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 Kedatangan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Salah satu yang jadi perhatiannya yakni seberapa besar efektifitas pencegahan tersebut.
Foto ilustrasi (Alfi Kholisdinuka/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) kini tengah dalam perjalanan pulang naik pesawat Garuda dari Korea Selatan menuju Indonesia. Sebelumnya, para ABK kapal China itu sudah menjalani karantina di Korsel, lantas apa perlu mereka menjalani karantina lagi di Indonesia?

"Hasil pemeriksaan saat datang akan menentukan," jawab Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri), kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

Yuri menjelaskan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta bakal memeriksa mereka sesampainya di bandara.

Secara terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menjelaskan para ABK WNI dari kapal Long Xing 629 tersebut sudah menjalani masa karantina selama 14 hari, sebagaimana protokol kesehatan menghadapi wabah virus Corona.

"Sebagaimana dimaklumi, ke-14 ABK kita ini diturunkan dari kapal lain di pelabuhan Busan pada tanggal 23 April lalu. Sesuai dengan aturan karantina COVID-19 di Korea Selatan, mereka harus menjalani masa karantina wajib dan ditempatkan di satu hotel di kota Busan," kata Umar.

Masa karantina 14 hari telah selesai di Busan, mereka dalam keadaan sehat, dan akhirnya pulang ke tanah air. Mereka naik pesawat dari Bandara Incheon pukul 10.35 waktu setempat menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Tadi pagi, mereka sudah berangkat dengan Garuda Indonesia menuju Jakarta, dan semuanya dalam keadaan sehat, insyaallah," kata Umar.

14 ABK Long Xing Telah Dipulangkan, KBRI Terus Kawal Dugaan Perbudakan:

(dnu/fjp)