Anggota DPR: Pertamina Harus Pedulikan Rakyat, Turunkan Harga BBM

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 09:57 WIB
Sebagaimana ditaksir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indonesia diprediksi mengalami kerugian hingga di angka Rp 54 Triliun karena terdampak keberadaan Virus Corona.
Marwan Jafar/Foto: dok. PKB
Jakarta -

Berbagai kalangan sudah mendesak agar Pertamina berkoordinasi dengan otoritas pemangku kepentingan terkait segera menurunkan harga eceran sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan rakyat kecil. Namun perusahaan BUMN satu ini tidak kunjung mendengar masukan sejumlah pihak dan tetap bertahan dengan tingkat harga sekarang.

Anggota DPR dari FPKB Marwan Jafar menilai Pertamina tidak peduli terhadap kesulitan rakyat yang sedang menderita terdampak virus Corona. "Hal ini juga jelas menunjukkan Pertamina hanya lebih mementingkan sisi bisnis, sekaligus melupakan tugas sosial yang diamanatkan undang-undang," tandas anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar kepada awak media di Jakarta hari ini (8/5/2020).

Mantan Ketua Fraksi PKB ini menambahkan, beberapa pihak mulai dari pengamat perminyakan hingga aktivis keagamaan juga sudah mengkritik keras secara teknis rinci maupun secara nurani publik kebutatulian atau ketidakpedulian Pertamina yang tidak segera menurunkan harga BBM.

"Padahal sejumlah negara sekawasan maupun negara lain sudah beberapa kali menurunkan BBM, menyusul turunnya minyak mentah dunia per barrel karena melimpahnya pasokan atau cadangan di pasaran. Belum lagi ditambah dengan sinyalemen bahwa selisih harga penjualan Pertamax tidak dimasukkan ke kas negara. Jika itu benar, kemana larinya uang itu? Ini harus dibuka secara transparan supaya tidak menimbulkan berbagai macam pertanyaan di tengah-tengah masyarakat," kata Marwan.

Menurut Marwan, sudah saatnya Pertamina dikelola secara modern, profesional, dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahan minyak dan gas negara-negara lain yang lebih dulu maju alias mampu berkompetisi pada tataran global, dan tentu saja dibarengi dengan kepedulian sosial yang tinggi, serta punya keberpihakan kepada saudara-saudara kita yang sedang sangat membutuhkan, terutama seperti ditengah pandemi Covid 19 ini. Pertamina harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten dan mempunyai kepedulian sosial tingggi. Bukan orang-orang yang diotaknya hanya mementingkan profit semata. Ini perusahaan negara, bukan perusahaan privat.

"Fakta sosial juga menunjukkan banyak warga melaporkan tetap susah buat mendapatkan harga BBM di sejumlah pom bensin, khususnya Pertamax yang kata Pertamina sudah didiskon 30 persen untuk pembayaran cashback nontunai. Warga masyarakat tahunya hanya harga BBM turun atau naik, bukan diskon harga dengan tambahan syarat dan ketentuan yang berlaku," ujar Marwan setelah mencermati postingan beberapa warga netizen.

Sekali lagi, ia mendesak Pertamina agar jangan diam-diam tetap mementingkan terus sisi keuntungan bisnis dan tak peduli kesulitan rakyat yang dipaksa tetap membeli mahalnya harga eceran BBM. Ia menambahkan pula, selain model diskon, sebelumnya Pertamina juga hanya memberikan cashback promo ke komunitas ojek online (ojol). Sementara banyak warga masyarakat yang lain, buat transportasi sehari-hari ke pasar, ke lahan, para sopir angkutan barang dan lain-lain tetap membeli BBM yang tidak turun-turun harganya.

"Berhentilah Pertamina membuat kebijakan yang jelas tidak memihak dan mempedulikan warga masyarakat kecil, kalangan UMKM, saudara- saudara kita yang terkena PHK, pekerja lepas harian dan sebagainya," tegas Marwan lagi.

(van/fjp)