ADVERTISEMENT

Round-Up

Yang Perlu Diketahui soal Heboh Pelarungan ABK WNI oleh Kapal China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 07:34 WIB
3 Jenazah ABK WNI yang Dilarung ke Laut Disebut Idap Penyakit Menular
Jenazah ABK WNI dilarung dari kapal China. (Tangkapan layar MBC News)
Jakarta -

Kabar pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pencari ikan China bergema. Namun ini bukan soal pelarungan saja. Lebih dari itu, ada jejak eksploitasi manusia di baliknya.

Pihak Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bahkan tak ragu menyebut apa yang terjadi di kapal itu sebagai perbudakan, pelanggaran HAM berat. Pengacara dari lembaga non-pemerintah yang mengadvokasi para ABK WNI itu, yakni Advokat untuk Kepentingan Publik (APIL), menyebut ini hanyalah pucuk gunung es dari pelanggaran HAM.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami isu eksploitasi ABK WNI di kapal China, dihimpun detikcom hingga Jumat (8/5/2020):

1. 4 ABK WNI Meninggal, 3 Jenazah di Antaranya Dilarung

Sebenarnya, berita mengenai pelarungan jenazah ABK WNI dari kapal berbendara China sudah tersiar sejak awal tahun 2020 ini. Hanya saja, belakangan publik Indonesia terkesiap gara-gara kasus di awal tahun itu ternyata bukan satu-satunya, diungkap oleh media Korea Selatan MBC News.

Ternyata ada tiga jenazah ABK WNI yang dilarung ke laut, semuanya adalah ABK WNI dari kapal Long Xing 629, meski ada pula yang sempat berpindah ke kapal lain sebelum akhirnya meninggal dunia dan dilarung ke laut. Ada satu lagi ABK WNI dari kapal Long Xing 629 yang meninggal dunia, namun tidak meninggal dunia di tengah laut melainkan di Busan, Korea Selatan.

MBC News mengabarkan, tiga orang ABK WNI yang meninggal dunia dan jenazahnya dilarung ke laut adalah Alfata (19), Sepri (24), dan yang terbaru adalah Ari (24). Satu lagi, inisial EP, meninggal beberapa hari setelah berhasil mencapai Busan Korsel, 24 April.

"Yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 29 April, dan meninggal karena didiagnosa penyakitnya pneumonia. Ini jenazah almarhum sedang kami urus, insyaallah segera bisa dipulangkan ke tanah air dalam waktu tidak terlalu lama," kata Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi, Kamis (7/5).

Kemlu Masih Selidiki Dugaan Eksploitasi ABK WNI di Kapal China:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT