Menlu Minta Pemerintah China Ingatkan Perusahaan Kapal Penuhi Gaji ABK WNI

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 22:04 WIB
Menlu Retno Marsudi menerima tim penjemput 238 WNI di Wuhan, China, yang terdiri dari kru kabin, teknisi, pilot Batik Air dan tim pendahulu atau aju.
Foto: Menlu Retno Marsudi (Agung Pambudhy/detikcom)

Selain itu, Retno mengatakan pemerintah Indonesia juga telah menghubungi pihak keluarga dari 4 ABK WNI yang meninggal di Kapal China tersebut. Retno menyampaikan pemerintah terus berusaha agar hak-hak para ABK itu dapat terpenuhi.

"Kementerian RI juga telah menghubungi keluarga almarhum dan santunan telah diberikan kepada keluarga melalui pihak agen. Saat ini pemerintah masih bekerja agar pemenuhan hak-hak awak kapal dapat dipenuhi. Jadi kita masih bekerja agar hak-hak WNI yang sudah meninggal dapat dipenuhi," tuturnya.

Sebelumnya, Retno mengatakan setidaknya ada 46 ABK WNI yang bekerja di 4 kapal berbendera China. Retno menjelaskan ada 4 ABK WNI yang meninggal dunia di kapal tersebut 3 diantaranya dilarung di laut.

Retno mengatakan pelarungan seorang jenazah disebut sudah mendapat izin pihak keluarga. Sementara untuk dua jenazah lainnya, Retno mengatakan pemerintah Indonesia menyampaikan nota diplomatik meminta penjelasan atas kasus ini.

"KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik meminta penjelasan atas kasus ini. Nota diplomatik KBRI beijing telah dijawab oleh Kemlu RRT yang menjelaskan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktek kelautan intern untuk menjaga kesehatan awak kapal sesuai ketentuan ILO," kata Retno.

Halaman

(ibh/rfs)