Menlu Minta Pemerintah China Ingatkan Perusahaan Kapal Penuhi Gaji ABK WNI

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 22:04 WIB
Menlu Retno Marsudi menerima tim penjemput 238 WNI di Wuhan, China, yang terdiri dari kru kabin, teknisi, pilot Batik Air dan tim pendahulu atau aju.
Foto: Menlu Retno Marsudi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar (Kedubes) China untuk Indonesia terkait kasus ABK WNI yang meninggal di kapal China. Dalam pertemuan itu, Retno meminta pemerintah China membantu agar hak para ABK WNI dapat terpenuhi, salah satunya soal gaji.

"Kita juga sampaikan kita minta dukungan pemerintah Tiongkok untuk membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atau hak para awak kapal Indonesia termasuk pembayaran gaji yang belum dibayarkan dan kondisi kerja yang aman," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/5/2020).

Retno mengatakan pihaknya juga mendesak pemerintah China memberikan klarifikasi terkait kasus pelarungan ABK WNI di kapal China. Selain itu, menurut Retno, pemerintah Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi kerja di kapal China yang tidak sesuai.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mengenai kondisi kehidupan di kapal yang ditidak sesuai dan dicurigai telah menyebabkan kematian 4 awak Indonesia yaitu yang 3 tadi meninggal di laut dan satu meninggal di RS di Busan," ujar Retno.

Ia mengatakan dalam pertemuan itu, Kedubes China menyampaikan duka cita atas meninggalnya 4 ABK WNI dan akan meneruskan pesan Indonesia ke Beijing. Kedubes China, kata Retno juga akan mengupayakan agar pemerintah China memastikan setiap perusahaan di China memenuhi tanggung jawabnya.

"Menyampaikan bahwa pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok) akan memastikan agar perusahaan RRT memiliki tanggung jawab agar memenuhi hukum yang berlaku dan kontrak yang disepakati," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2