Menlu Ungkap Kronologi 4 ABK WNI Meninggal di Kapal China, Ini Penjelasannya

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 19:44 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu Retno Marsudi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan kronologi meninggalnya 4 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia di kapal berbendera China. Ia mengatakan ada 46 anak buah kapal (ABK)warga negara Indonesia bekerja di empat kapal berbendera China tersebut.

"Mengenai kronologi, ada 46 awak kapal Indonesia yang bekerja di empat kapal tersebut. Dan masing-masing 15 orang bekerja di kapal Long Xin 629, 8 orang di kapal Long Xin 605, 3 orang di kapal Tyan Yu Nomor 8, dan 20 orang bekerja di Long Xin 606," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/5/2020).

Retno mengaku mendapat informasi ada jenazah dua ABK WNI di kapal Long Xin 269 yang dilarung di perairan Samudra Pasifik pada Desember 2019. Keputusan pelarungan jenazah ini diambil oleh kapten kapal karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

Atas kejadian itu, KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik meminta penjelasan atas kasus ini. Nota diplomatik KBRI Beijing telah dijawab oleh Kemlu RRT yang menjelaskan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan intern untuk menjaga kesehatan awak kapal sesuai ketentuan ILO.

Retno mengatakan Kemlu mendapat surat penyataan tertulis dari kapal Tyan Yu mengenai pelarungan jenazah seorang ABK WNI. Retno menyebut pelarungan ABK WNI itu sudah dilakukan pada 31 Maret 2020. Berikut penjelasan lengkapnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2