Menlu: Total 4 ABK WNI dari Kapal China Meninggal, 3 Jenazah Dilarung

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 18:01 WIB
Menlu Retno Marsudi terima kunjungan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi. Pertemuan itu membahas kerja sama Indonesia-Jepang khususnya di bidang investasi di Natuna.
Menlu Retno Marsudi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan ada 46 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia bekerja di empat kapal berbendera China. Keempat kapal itu adalah Long Xin 629, Long Xin 605, Long Xin 606, dan Tyan Yu Nomor 8. Dari Long Xin 629, ada empat WNI yang meninggal dunia, sebanyak 3 WNI dilarung ke laut.

"Mengenai kronologi, ada 46 awak kapal Indonesia yang bekerja di empat kapal tersebut," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/5/2020).

Rinciannya sebagai berikut:
- Kapal Long Xin 629: 15 orang WNI
- Kapal Long Xin 605: 8 orang WNI
- Kapal Tyan Yu Nomor 8: 3 orang WNI
- Long Xin 606: 20 orang WNI

Retno mengatakan pihak KBRI Seoul telah mendapat informasi ada dua kapal berbendera China yang membawa ABK WNI akan berlabuh di Busan, Korea Selatan. Dua kapal tersebut Long Xin 605 dan Tyan Yu 8.

Retno menjelaskan, dari hasil penelusuran KBRI Seoul pada 23 April, dua kapal itu membawa 40 ABK WNI. Namun, menurut Retno, dua kapal itu sempat tertahan di Busan karena membawa ABK yang tidak terdaftar di dua kapal tersebut.

"Pertama Long Xin 605 dan Tyanyu 8 yang membawa 40 ABK WNI sempat berlabuh di Busan dan berlayar ke China. Informasi kedua yang kami terima, kedua kapal itu sempat tertahan karena ada 35 ABK WNI yang tidak terdaftar di dua kapal itu, yaitu 15 WNI yang terdaftar di kapal Long Xin 629 dan 20 ABK yang terdaftar di Long Xin 606, tetapi keduanya diangkut oleh dua kapal lainnya, yakni Long Xin 605 dan Tyanyu 8," ungkap Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3