Round-Up

Aroma Sengketa Lahan di Pembunuhan Satpam Tertuduh Dukun Santet

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 04:48 WIB
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memimpin rilis kasus pembunuhan.
Foto: Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memimpin rilis kasus pembunuhan. (Istimewa)
Rote Ndao -

Jusuf Ledo (59), seorang satpam desa di Desa Nusakdale, Kabupaten Rote Dao, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas dalam kondisi cukup parah. Dia dibunuh tiga pria atas tuduhan dukun santet.

Ketiga tersangka yang membunuh Jusuf yakni Yepta Elia (45), Matan Elfianus Elia (32), dan Steven Bolla (47). Korban ditemukan istri korban dalam keadaan tak bernyawa di pos jaga gerbang masuk desa tempat dia bertugas pada 28 April 2020 pukul 06.30 Wita

"Menghabisi nyawa korban karena dendam pribadi dan dugaan santet (Suanggi)," kata Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, dalam keterangannya, Rabu (6/5/2020).

"Dari keterangan para tersangka bahwa korban ini adalah tukang santet di daerahnya/desanya tersebut," imbuhnya.

Para tersangka menghabisi nyawa korban pada 28 April 2020 sekitar pukul 00.00 Wita. Pembunuhan dilakukan dengan cara cukup sadis. Bagian dada korban dipukul dengan batu secara berulang ulang, dan juga menggunakan kayu untuk memukul kaki dan tangan korban.

Terkait tuduhan dukun santet, polisi menduga hal itu hanya dilakukan sebagai alibi para pelaku. Ada aroma sengketa lahan di balik kasus ini.

Sebab, pada Jumat (24/4), tersangka Matan Elfianus Elia pernah bersitegang dengan korban saat membicarakan masalah tanah. Diduga tersangka sakit hati kepada korban.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2