Catatan Pemkot Bekasi soal PSBB di Bulan Ramadhan: Warga Ramai Cari Takjil

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 03:17 WIB
Aktivitas pedagang aneka jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa di kawasan Alun-alun Ciamis, Jawa Barat, Minggu (3/5/2020). Pemerintah Kabupaten Ciamis menata sejumlah pedagang takjil musiman pada Bulan Ramadan dengan menerapkan sistem physical distancing atau jaga jarak satu meter antarpedagang sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.
ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Bekasi -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatat perkembangan terkini mengenai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama Bulan Ramadhan. Disebutkan, warga masih ramai berkerumun mencari takjil.

"Yang terjadi bahwa kita sedang terus mendorong pemahaman masyarakat, kok Bulan Ramadhan, sore (hari) malah tambah ramai banyak yang ngabuburit sama nyari takjil," ujar Kadishub Kota Bekasi, Dadang Ginanjar, dalam diskusi daring Instran bertema 'Antisipasi Menghadapi Mudik Lokal Lebaran/Idul Fitri 1441 H Lintas Wilayah di Jabodetabek' yang digelar melalui aplikasi Zoom, Rabu (6/5/2020) sore.

Dadang mengatakan terdapat 4 titik di Kota Bekasi dimana warga berkerumun untuk mencari takjil. Namun, Dadang tidak menyebut secara detil dimana lokasi-lokasi tersebut.

Dadang menyebut petugas kesulitan mencagah warga mencari takjil maupun ngabuburit. Ia menilai penerapan PSBB di Kota Bekasi belum maksimal.

Hal itu juga terlihat dari kebijakan larangan berboncengan motor. Untuk menghindari peraturan tersebut, warga memilih naik kendaraan pribadi sendiri-sendiri.

"Karena dilarang berkendara berboncengan jadi bawa motor masing-masing, malah nambah (ramai)," sebut Dadang.

"Jadi ini harus diantisipasi, kalau diimbau saja nggak bisa. Menurut saya ini harus tegas dilarang," lanjutnya.

(isa/isa)