Round-Up

Detik-detik Mencekam Satpam Desa Dibunuh Gegara Tuduhan Dukun Santet

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 22:19 WIB
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memimpin rilis kasus pembunuhan.
Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo memimpin rilis kasus pembunuhan. (Foto: dok. Istimewa)
Rote Ndao -

Jusuf Ledo (59) dibunuh dengan sadis oleh tiga pria di Desa Nusakdale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena dituding sebagai dukun santet. Tuduhan para pelaku itu dipatahkan polisi.

Berdasarkan hasil visum et repertum, korban meninggal akibat benturan benda tumpul yang menyebabkan sejumlah luka. Luka tersebut antara lain luka sobek di pelipis kanan, tangan kanan, pergelangan tangan kanan, lengan tangan kiri, lutut kiri, dan jari telunjuk tangan kiri.

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo mengungkapkan ketiga pelaku telah ditangkap. Para pelaku adalah Yepta Elia (45), Matan Elfianus Elia (32), dan Steven Bolla (47).

"Dari keterangan para tersangka, korban ini adalah tukang santet di daerahnya/desanya tersebut," kata Bambang.

Usut punya usut, keterangan para tersangka kemudian dipatahkan polisi. Menurut Bambang, pembunuhan itu ditengarai karena masalah tanah.

"Alibinya (tersangka), korban tukang santet di daerahnya. Maka mereka bersepakat untuk menghabisi korban," kata Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo, Rabu (6/5/2020).

Berikut detik-detik pembunuhan satpam desa di NTT gegara tuduhan dukun santet:

Jumat, 24 April 2020

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo mengatakan ketiga tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut karena sakit hati terhadap korban karena salah satu dari tersangka atas nama Matan Elfianus Elia alias MAT memiliki masalah jual-beli tanah dengan korban.

"Pada Jumat, 24 April, korban dan tersangka Matan sempat bersitegang membicarakan masalah tanah itu," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (6/5/2020).

Polisi menduga kuat pembunuhan itu karena masalah tanah. Salah satu tersangka sempat cekcok dengan korban saat membicarakan masalah tanah.

"Kalau yang kuat dugaan motifnya itu karena dendam itu masalah tanah. Santet ini diduga alasannya saja, alibinya. Sebelumnya, salah satu tersangka dia ada jual-beli tanah sama korban. Dalam pembicaraan itu, keduanya sempat cekcok dan bersitegang. Akhirnya mereka berpikiran untuk menghabisi korban," ujarnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2