Jamaah Haji yang Menginap di Hotel Dallah Tak Mau Dipindah
Sabtu, 17 Des 2005 01:55 WIB
Madinah - Buntut kebakaran di Hotel Dallah, Madinah, Rabu (14/12/2005) lalu, Kantor Kementerian Haji Arab Saudi meminta semua jamaah haji Indonesia yang menginap di hotel itu dipindahkan. Tapi, jamaah haji malah menolak. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah H Ahmad Kartono, Jumat (16/12/2005) menyampaikan, terkait kasus kebakaran di Hotel Dallah, dirinya telah bertemu dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, Kementerian Arab Saudi memutuskan memindahkan semua jamaah haji Indonesia yang tinggal di hotel berbintang itu. Rencananya, para jamaah haji kloter 10 JKS asal Tasikmalaya dan kloter 7 JKS asal Bengkulu akan dipindahkan ke hotel berbintang di kawasan Markaziah. "Tapi, setelah kita beritahukan kepada jamaah, mereka malah tidak mau pindah," kata dia. Karena itu, hingga kini sebagian besar jamaah haji kloter 10 JKS dan kloter 7 JKS tetap menginap di hotel Dallah. Hanya 99 anggota jamaah haji asal Tasikmalaya yang dulunya menginap di lantai 3 Hotel Dallah yang dipindahkan ke Hotel Sanabel. Sementara anggota Komisi IX DPR Said Abdullah saat berkunjung ke Madinah, Jumat (16/12/2005) mengakui bahwa Kementerian Haji Arab Saudi memang sangat melindungi jamaah haji. Karena itu, wajar bila Kementerian Arab Saudi langsung bertindak memindahkan jamaah haji dari hotel Dallah yang terbakar. "Pemerintah Arab Saudi tidak mau tercoreng oleh pelayanan yang buruk, sebab Arab Saudi sebagai khadimul haramain (pelayan dua kota suci)," kata Said.
(mar/)











































