Tim Pakar Gugus Tugas: Kaum Muda Paling Berpotensi Jadi OTG Corona

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 12:18 WIB
Tim Gugus Tugas dr Budi
Tim Gugus Tugas dr Budi (Screenshot YouTube BNPB)
Jakarta -

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Budi Santoso, menyebut kaum muda berpotensi sebagai orang tanpa gejala (OTG) terkait virus Corona (COVID-19). Menurutnya, biasanya anak muda tidak menimbulkan gejala jika terinfeksi virus.

"Terkhusus untuk kaum muda, penyakit ini sebenarnya di kaum muda paling besar menimbulkan tidak untuk menimbulkan gejala, jadi biasanya di kaum muda tidak ada gejalanya, kalaupun ada gejalanya tidak khas, tidak klasik, jadi atau biasa kita sebut orang tanpa gejala (OTG). OTG inilah yang sebenarnya sering kita bilang sebagai silent killer," kata Budi melalui siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Rabu (6/5/2020).

Budi mengatakan banyak dari kaum muda yang menganggap remeh gejala mirip Corona. Kaum muda juga dinilai Budi belum bisa menjaga imunitas tubuhnya.

"Banyak pihak yang sebenarnya terutama kaum muda dan produktif, yang sebenarnya salah persepsi bahwa mereka ternyata sebenarnya sudah terkena COVID-19, tapi mereka mengira itu flu biasa, mereka tidak apa-apa, tidak merasa apa pun dan akhirnya karena mereka tidak sadar oleh karena itu mereka tidak bisa menjaga imunitasnya seperti itu sebenarnya, secara epidemiologi statistik seperti itu, kebanyakan seperti itu," ujarnya.

Kendati demikian, Budi menyebut peran milenial sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan kemampuan teknologi saat ini, kaum muda bisa memberikan konten edukasi.

"Yang paling memiliki peran yang sangat penting dalam memerangi COVID-19 adalah yang memberikan edukasi, yang di mana pemberian edukasi bisa dilakukan oleh paling banyak tenaganya yaitu para pemuda tentunya bisa membuat video, meskipun work from home masih bisa berkarya, memberikan edukasi, membuat video edukasi yang akan sangat membantu dalam masyarakat," katanya.

"Contohnya untuk menjaga kebersihan bagaimana untuk cuci tangan, kemudian memakai masker dengan untuk tidak berkumpul dan mungkin nanti pasti mengenai penyakitnya sendiri, itu akan sangat bermanfaat karena jika masyarakat pada akhirnya sudah teredukasi dengan baik, mengetahui mengenali musuhnya mereka, maka kasus terinfeksinya COVID-19 akan berkurang kemudian kita juga akan mengurangi beban kerja dari teman-teman medis kita yang di lapangan," imbuhnya.

Milenial Berpotensi Sebagai Silent Killer di Masa Pandemi Covid-19:

(zap/zap)